Di tengah reruntuhan bangunan, dentuman bom, dan keterbatasan hidup yang menyesakkan, sebuah kabar mengejutkan datang dari Gaza—kabar yang membuat banyak orang tercekat, haru, sekaligus tersadar. Rakyat Gaza mengirimkan bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Ya, benar. Meski mereka sendiri masih bergulat dengan genosida, serangan brutal penjajah Israel, blokade kemanusiaan, dan bahkan banjir yang mendera wilayah mereka, saudara-saudara kita di Gaza tetap menyisihkan kepedulian untuk Indonesia.
Ustadz Ferry Nur, Pembina KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), mengungkapkan bahwa empati itu muncul spontan dari rakyat Gaza yang mendengar musibah di Sumatera.
“Mereka sedang ditimpa ujian berat, tapi hatinya tetap lapang untuk berbagi,” ujarnya.
Doa dari Tanah yang Terluka
Salah satu warga Gaza yang menyampaikan kepeduliannya adalah Abu Ahmad Gaza, sosok yang turut merasakan pahitnya agresi dan blokade. Dalam pesannya, ia mengungkapkan doa mendalam untuk rakyat Indonesia:
“Dengan duka yang mendalam, kami menerima kabar banjir di negeri saudara kami, Indonesia. Kami berdoa agar Allah SWT melindungi mereka dari bahaya, mengampuni para korban, serta menyembuhkan luka-luka mereka. Dia Maha Kuasa atas segalanya.”
Di tengah penderitaan yang luar biasa, doa itu melintasi batas negara dan wilayah konflik—membuktikan bahwa kemanusiaan tak pernah dibatasi oleh keadaan.
Bukan Hanya Doa, Tapi Juga Donasi
Yang lebih menyentuh lagi, Abu Ahmad Gaza tak berhenti pada doa. Ia mengirimkan donasi pribadi sebesar 1.000 dolar Amerika, uang yang ia sisihkan dari kondisi serba kekurangan.
Dalam pesannya ia menulis:
“Saya pribadi menyumbangkan $1.000 kepada saudara-saudara yang terdampak banjir. Mohon maaf, jumlah ini kecil menurut kemampuan saya. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.”
Bantuan itu mungkin tidak besar dari sisi angka, namun amat besar dari sisi makna—datang dari orang yang hidup dalam penderitaan tetapi tetap mendahulukan kepedulian.
Sebuah Cermin untuk Kita, Saudara Mereka
Kisah ini tidak hanya tentang uang atau bantuan. Ini tentang hati.
Tentang bagaimana orang yang paling menderita justru mampu menunjukkan kepedulian yang tulus. Dan ini menjadi cermin bagi kita, rakyat Indonesia, yang hidup dalam keadaan jauh lebih aman.
Jika rakyat Gaza—yang setiap hari menghadapi maut—masih mampu membantu, lantas bagaimana dengan kita yang berada dalam keadaan serba lebih mudah?
Ayo Balas Kebaikan Itu
Empati dari Gaza adalah panggilan bagi bangsa Indonesia untuk membalas cinta mereka. Kita mampu menunjukkan solidaritas dengan:
- mendoakan rakyat Palestina,
- menyebarkan kepedulian,
- dan memberikan infaq terbaik.
Bagi yang ingin membantu rakyat Gaza, donasi dapat disalurkan melalui KISPA:
Infaq Palestina
Bank Muamalat Indonesia (147)
3110004427
a.n. Nurdin QQ. KISPA
Semoga kisah ini menggerakkan hati kita. Bahwa bahkan dalam kegelapan terdalam, selalu ada cahaya kemanusiaan yang tidak pernah padam. Dan hari ini, cahaya itu datang dari Gaza — untuk Sumatera.


