Jakarta Barat, infoDKJ.com | Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Tambora periode 2026–2031, Ustadz Mustofa, S.Pd. (Gusmus), meninjau langsung lokasi musibah kebakaran di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, pada Minggu, 11 Januari 2026. Peninjauan dilakukan bersama Ketua RW 08 Jembatan Besi, H. Taryo, serta unsur Banser Kecamatan Tambora.
Berdasarkan data yang diterima di lapangan, kebakaran tersebut mengakibatkan 15 rumah warga hangus terbakar hingga menyisakan puing. Dampaknya, 38 KK dengan 146 jiwa terpaksa mengungsi sementara di Mushola Nurul Yaqin.
Gusmus: Sabar dan Solid, NU Harus Hadir untuk Warga
Di lokasi kejadian, Gusmus menyampaikan keprihatinan mendalam kepada warga yang terdampak. Ia menekankan pentingnya menjaga keteguhan hati di tengah musibah, sembari mendoakan agar Allah SWT mengganti dengan keadaan yang lebih baik.
“Kata sabar adalah penguat. Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik,” ujar Gusmus saat menyapa warga pengungsi.
Lebih jauh, Gusmus menginstruksikan seluruh jajaran struktural NU di wilayah Tambora—mulai dari pengurus MWC, ranting, anak ranting, hingga banom-banom—untuk turun bersama dalam bentuk kepedulian sosial guna meringankan beban para korban.
Posko Bantuan Dibuka di Aula Masjid Al Mubarokah
Menyesuaikan kondisi lapangan yang terbatas untuk pendirian posko di lokasi kebakaran, Gusmus menyampaikan bahwa sementara posko bantuan dibuka di Aula Masjid Al Mubarokah. Bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke posko utama korban kebakaran.
Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lebih tertib dan terkoordinasi, sekaligus mempercepat respon solidaritas warga Nahdliyin terhadap masyarakat yang terdampak.
Kunjungan ini menegaskan komitmen NU untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah, dengan menggerakkan solidaritas, dukungan moral, dan bantuan sosial secara terpadu. (MM)


