Jeneponto, infoDKJ.com | Laskar Pemuda Jeneponto (LPJ) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto segera melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan proyek pembangunan irigasi perpompaan tahun 2023 di Desa Maero, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.
Proyek tersebut diketahui bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian RI, yang ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta menjamin ketersediaan air bagi petani.
Ketua Tim Investigasi LPJ, Imran Jaya, menyampaikan bahwa hasil investigasi lapangan yang dipimpinnya menemukan sejumlah indikasi yang dinilai janggal dan perlu ditindaklanjuti secara hukum.
“Di lapangan kami mendapati kondisi fisik bangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, sistem perpompaan belum berfungsi optimal dan ada keluhan masyarakat terkait distribusi air,” ujar Imran kepada wartawan.
Diduga Tak Memberi Manfaat Maksimal
Menurut Imran, proyek yang seharusnya menjadi solusi atas persoalan irigasi justru belum memberikan dampak signifikan bagi petani setempat. Padahal, anggaran yang digelontorkan dari pemerintah pusat bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Kami menduga ada ketidaksesuaian dalam pelaksanaan kegiatan ini yang berpotensi merugikan masyarakat. Karena itu, kami mendesak Kejari Jeneponto untuk turun langsung melakukan penyelidikan menyeluruh,” tegasnya.
LPJ menilai, transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara harus menjadi prioritas, terlebih proyek tersebut menyangkut kepentingan publik dan kesejahteraan petani.
Komitmen Kawal Hingga Tuntas
Imran menegaskan bahwa langkah yang dilakukan LPJ merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan hukum dan pertanggungjawaban dari pihak terkait. Uang negara harus dipastikan penggunaannya benar dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana kegiatan maupun instansi teknis terkait atas temuan tersebut.
LPJ berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam proyek yang dibiayai anggaran negara tersebut.
#JenepontoBahagia (Asriel)


