Jakarta Barat, infoDKJ.com | Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kedoya Selatan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan tradisi ruwahan sebagai bagian dari persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan berlangsung pada Ahad (15/2/2026) di Jalan Adhi Karya RT 015 RW 05, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Acara yang dipusatkan di lapangan parkir samping Pos RT 015 tersebut dihadiri jajaran pengurus MWC NU Kecamatan Kebon Jeruk, perwakilan Muslimat NU, GP Ansor, FORKKABI yang dipimpin H. Kisun, Ketua RW 05 Nurkholis, para ketua RT, tokoh masyarakat, serta ratusan warga sekitar.
Ketua panitia, M. Sururuddin, menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan lancar dan khidmat. Ia menegaskan, momentum Isra Mi’raj dan ruwahan bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga ruang konsolidasi sosial warga menjelang Ramadhan.
“Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana berkat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan,” ujarnya.
Sementara itu, KH Nawali selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Quro dalam tausiyahnya mengajak jamaah memperkuat silaturahmi, baik antarumat Islam maupun dengan pemeluk agama lain. Ia juga menekankan pentingnya membiasakan sedekah, baik untuk yang masih hidup maupun yang telah wafat, sebagai bagian dari ikhtiar meraih keselamatan dunia dan akhirat.
Rangkaian acara turut diisi dengan pelantikan pengurus ranting Muslimat NU setempat oleh PC Muslimat NU Jakarta Barat yang dipimpin Yati Mulyati. Pelantikan ini menjadi penegasan komitmen penguatan peran perempuan NU dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Puncak acara diisi tausiyah oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Marsudi Syuhud. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya semangat memberi sebagai fondasi membangun peradaban umat.
“Memberi tidak hanya dalam bentuk harta, tetapi juga ilmu, waktu, dan tenaga. Semangat memberi adalah kekuatan besar untuk mewujudkan cita-cita bersama dan melahirkan musyawarah yang menghadirkan solusi di tengah perbedaan,” tegasnya.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama Majelis Dzikir & Ta’lim Musholla Baitul Muttaqin ini menjadi simbol kuatnya tradisi keagamaan warga Kedoya Selatan dalam menjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat solidaritas sosial menjelang Ramadhan.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Marsudi Syuhud, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di wilayah Kedoya Selatan, Jakarta Barat. (Yansen)



