Tujuan (Goal) Orang yang Ikhlas
Orang yang ikhlas tidak beramal untuk pujian, kedudukan, atau keuntungan dunia. Ia memiliki tujuan besar dan mulia di sisi Allah ﷻ. Berikut di antara cita-cita orang yang ikhlas:
1️⃣ Masuk Jannatun-Na’im (Surga Penuh Kenikmatan)
Allah ﷻ berfirman:
“Tetapi hamba-hamba Allah yang ikhlas, mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan, (yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang-orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.”
(QS. Ash-Shaffat: 40–43)
Para ulama mengatakan:
“Semua manusia akan binasa kecuali orang yang berilmu.
Semua orang berilmu akan binasa kecuali yang beramal.
Semua yang beramal akan binasa kecuali yang ikhlas.”
Subhanallah.
2️⃣ Berharap Amal Diterima Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
« إنَّ اللهَ عزَّ وَجَلَّ لاَ يَقبَلُ مِنَ العَمَلِ إلَّا مَا كَانَ خَالِصًا وَابتُغيَ بِهِ وَجْهُهُ »
“Sesungguhnya Allah tidak menerima amalan kecuali yang ikhlas dan mengharap wajah-Nya.”
(HR. An-Nasa’i, shahih)
Ikhlas adalah syarat utama diterimanya amal.
3️⃣ Mendapat Syafaat Rasulullah ﷺ
Nabi ﷺ bersabda:
« أسعدُ الناسِ بشفاعتي يوم القيامة من قال لا إله إلا الله خالصًا من قلبه »
“Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘La ilaha illallah’ dengan ikhlas dari hatinya.”
(HR. Bukhari)
4️⃣ Hati Bersih dari Dengki dan Khianat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada tiga hal yang menjadikan hati seorang mukmin bersih:
ikhlas dalam beramal karena Allah, menasihati pemimpin kaum Muslimin, dan berpegang teguh pada jamaah.”
(HR. Ahmad & Ibnu Majah, shahih)
Keikhlasan membersihkan hati dari penyakit batin.
5️⃣ Mendapat Pengampunan dan Pahala Berlipat
Rasulullah ﷺ mengisahkan tiga orang: seorang mujahid, seorang alim, dan seorang dermawan. Amal mereka besar seperti gunung, tetapi semuanya dilempar ke neraka karena tidak ikhlas—mereka beramal karena riya’. (HR. Muslim)
Hadits ini sangat mengerikan dan menjadi peringatan keras agar kita menjaga niat.
6️⃣ Memperoleh Kemenangan dan Kemuliaan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan kemenangan dan kemuliaan. Namun siapa yang beramal untuk akhirat demi dunia, maka ia tidak mendapat bagian di akhirat.”
(HR. Ahmad, shahih)
7️⃣ Hidup Tenang dan Dicintai Manusia
Nabi ﷺ bersabda:
“Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah cerai-beraikan urusannya dan jadikan kefakiran di depan matanya.
Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai niatnya, Allah kumpulkan urusannya dan jadikan kekayaan dalam hatinya.”
(HR. Ibnu Majah, shahih)
Ikhlas melahirkan ketenangan.
8️⃣ Terhindar dari Fitnah dan Mendapat Pahala Meski Belum Berbuat
Tentang Nabi Yusuf عليه السلام:
“Sungguh dia termasuk hamba Kami yang ikhlas.”
(QS. Yusuf: 24)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa meminta mati syahid dengan jujur, Allah akan memberinya derajat syuhada meskipun ia wafat di atas tempat tidurnya.”
(HR. Muslim)
Dan sabda beliau:
“Sesungguhnya di Madinah ada kaum yang setiap kita melewati lembah atau jalan, mereka bersama kita, tetapi mereka terhalang oleh uzur.”
(HR. Bukhari)
Niat yang tulus tetap menghasilkan pahala.
9️⃣ Aman dari Azab dan Kesulitan
Allah ﷻ berfirman:
“Perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.”
(QS. Ash-Shaffat: 71–74)
Seperti kisah tiga orang yang terkurung di dalam gua. Mereka berdoa dengan menyebut amal ikhlas masing-masing, hingga Allah menyelamatkan mereka. (HR. Bukhari & Muslim)
🔟 Terjaga dari Gangguan Setan
Iblis sendiri mengakui:
“Aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas.”
(QS. Al-Hijr: 39–40; QS. Shad: 82–83)
Setan tidak memiliki kekuasaan atas orang yang benar-benar ikhlas.
Penutup
Keikhlasan adalah derajat yang tinggi dan sulit. Namun balasannya luar biasa: surga, syafaat, kemenangan, ketenangan, keselamatan, hingga perlindungan dari setan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan menerima seluruh amal kita di bulan Ramadhan ini.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


