Jakarta, infoDKJ.com | Lembaga Pendidikan Islam Al-Qur’an Raudlotul Murtadloo terus menunjukkan eksistensinya dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia dan adaptif di tengah tantangan era digital. Berdiri sejak tahun 2004, lembaga ini telah memasuki usia ke-23 dengan jumlah santri yang tetap stabil dan kepercayaan masyarakat yang terus terjaga.
Raudlotul Murtadloo didirikan oleh almarhum KH Syaifulloh, yang sejak awal mewakafkan tempat dan pemikirannya untuk dijadikan pusat pendidikan Islam berbasis Al-Qur’an. Amanah tersebut kini diteruskan oleh pimpinan lembaga Ustadz Mustofa, S.Pd, yang secara konsisten membangun sinergi dengan masyarakat serta menghadirkan program pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Alhamdulillah, hingga tahun ke-23 ini jumlah santri TKQ dan TPQ masih stabil, kurang lebih mencapai 210 anak. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat masih mempercayakan pendidikan Al-Qur’an putra-putrinya kepada Raudlotul Murtadloo,” ujar Mustofa.
Menurutnya, tantangan digitalisasi justru menjadi peluang untuk memperkuat metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih kreatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah. Berbagai kegiatan edukatif dan pembinaan karakter terus dikembangkan agar santri tidak hanya cakap membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.
Puncak rangkaian kegiatan pendidikan tahun ini ditandai dengan Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri ke-23, yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai. Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan menghadirkan da’i nasional Ustadz M. Nur Maulana, yang dikenal luas dengan gaya dakwahnya yang komunikatif dan khas sapaan “Jamaah… ooh jamaah”.
Sekitar 500 jamaah memadati lokasi acara. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Polsek Tambora yang diwakili IPTU Cecep Supriyadi, jajaran Pengurus NU Kecamatan Tambora, serta berbagai elemen masyarakat seperti FBR, Banser, Pagar Nusa, para wali santri, dan jamaah ibu-ibu majelis taklim.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya dukungan lintas elemen terhadap keberlangsungan pendidikan Islam di tengah masyarakat urban. Acara juga menjadi momentum silaturahmi sekaligus refleksi bersama akan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebagai benteng moral generasi muda di era digital.
Melalui peringatan haflah dan wisuda ini, Raudlotul Murtadloo menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari solusi pendidikan Islam, menjaga nilai-nilai tradisi keilmuan, sekaligus menyiapkan generasi Qurani yang siap menghadapi dinamika zaman.
Laporan: MM


