Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Palmerah Febbiandri Suharto beserta jajaran staf, Kapolsek Palmerah yang diwakili Kanit Bimas Winata, Danramil Palmerah yang diwakili Bati Tuud Koramil Palmerah Edi Rustandi, perwakilan FKDM Kota Kristanto, Kepala Satpol PP Kecamatan Palmerah, para lurah se-Kecamatan Palmerah beserta staf, serta seluruh anggota FKDM.
Camat: FKDM Harus Pahami Tugas dan Fungsi
Dalam arahannya, Camat Palmerah Febbiandri Suharto menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap tugas dan fungsi FKDM sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Saya berharap seluruh anggota FKDM benar-benar memahami tugas dan fungsinya. Dalam menjalankan peran, harus sudah mengetahui langkah apa yang dilakukan sehingga respons terhadap potensi gangguan bisa cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko penggunaan peralatan dapur yang membahayakan, serta kemungkinan konflik atau pertikaian antarwarga dan kelompok yang dapat muncul di tengah dinamika sosial masyarakat.
“Deteksi dini dan komunikasi yang baik menjadi kunci agar setiap potensi konflik dapat dicegah sebelum berkembang,” tegasnya.
Polsek: Optimalkan Pos Pantau Jelang Ramadan
Sementara itu, Kanit Bimas Polsek Palmerah Winata menekankan pentingnya sinergi FKDM dengan pengurus wilayah dalam menjaga keamanan selama Ramadan.
“Anggota FKDM harus aktif memantau situasi dan bersinergi dengan pengurus wilayah. Manfaatkan pos pantau sebagai sarana komunikasi dan koordinasi, terutama dalam pengamanan kegiatan masyarakat di bulan Ramadan,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara FKDM, aparat keamanan, dan pemerintah wilayah akan memperkuat sistem pengamanan berbasis partisipasi masyarakat.
Koramil: Penyelesaian Masalah Harus Tepat dan Terukur
Perwakilan Koramil Palmerah, Bati Tuud Edi Rustandi, menegaskan bahwa pemahaman terhadap fungsi dan tugas FKDM akan menentukan efektivitas penyelesaian persoalan di lapangan.
“FKDM harus paham perannya. Dengan pemahaman yang baik, penyelesaian suatu masalah dapat berjalan lancar, terukur, dan tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan TNI-Polri dan unsur pemerintah menjadi fondasi dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Konsolidasi dan Penguatan Deteksi Dini
Sarasehan ini menjadi momentum konsolidasi bagi FKDM se-Palmerah dalam memperkuat peran sebagai garda terdepan deteksi dini terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG). Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Ramadan, kewaspadaan dan koordinasi lintas sektor dinilai semakin krusial.
Melalui forum ini, Pemerintah Kecamatan Palmerah menegaskan komitmennya untuk membangun sistem kewaspadaan wilayah yang solid, berbasis komunikasi aktif dan sinergi antarinstansi.
Dengan keterlibatan seluruh elemen, Palmerah diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, harmonis, dan responsif terhadap setiap dinamika sosial masyarakat.
Penulis: Ali Akbar


