Madrasah puasa akan melahirkan alumninya sebagai orang yang berakhlak mulia. Suri teladan utama dalam akhlak adalah Nabi Muhammad ﷺ, yang dipuji langsung oleh Allah SWT karena keagungan akhlaknya.
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur."
(QS. Al-Qalam: 4)
Banyak akhlak mulia Rasulullah ﷺ yang harus kita teladani.
Lembut
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal."
(QS. Ali ‘Imran: 159)
Pemaaf
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, Kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik."
(QS. Al-Hijr: 85)
Rendah Hati
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
"Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka, serta berendah hatilah engkau terhadap orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Hijr: 88)
Penuh Kasih Sayang
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ...
"Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka."
(QS. Al-Fath: 29)
Pemalu dan Sabar
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ...
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masaknya. Tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah, dan apabila kamu selesai makan maka keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu mengganggu Nabi sehingga beliau malu kepada kalian (untuk menyuruh kalian keluar), sedangkan Allah tidak malu menjelaskan kebenaran."
(QS. Al-Ahzab: 53)
Pemberani
إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُونَ عَلَىٰ أَحَدٍ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِي أُخْرَاكُمْ فَأَثَابَكُمْ غَمًّا بِغَمٍّ لِّكَيْلَا تَحْزَنُوا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَا أَصَابَكُمْ ۗ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedangkan Rasul (Muhammad) memanggil kamu dari belakang. Karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali ‘Imran: 153)
Masih banyak lagi akhlak mulia Rasulullah ﷺ yang menjadi teladan bagi umat manusia.
Dalam hadits Shahih Bukhari dan Muslim, Anas bin Malik—pembantu Rasulullah ﷺ—menyampaikan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ ، وَأَشْجَعَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدَ النَّاسِ ، وَلَقَدْ فَزِعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ فَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ سَبَقَهُمْ عَلَى فَرَسٍ وَقَالَ : « وَجَدْنَاهُ بَحْرًا »
"Nabi ﷺ adalah manusia yang paling baik akhlaknya, paling berani, dan paling dermawan. Pernah penduduk Madinah dikejutkan oleh suatu peristiwa, lalu Nabi ﷺ telah lebih dahulu memeriksanya dengan menunggang kuda dan berkata: 'Kami dapati (peristiwa itu) hanyalah seperti lautan.'"
(HR. Bukhari dan Muslim)
Nilai puasa sesungguhnya terletak pada kepatuhan kepada Allah sebagai pengejawantahan keimanan, dan hasil akhirnya adalah lahirnya akhlak mulia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
« مَا مِن شَيءٍ أثقلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ، وإنَّ اللهَ يُبغِضُ الفاحِشَ البَذيءَ »
"Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari Kiamat selain akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor dan keji."
(HR. At-Tirmidzi)
Begitu pula dalam menilai suatu masyarakat atau bangsa, ukuran utamanya adalah akhlaknya. Sebagaimana ungkapan penyair Mesir Ahmad Syauqi:
وَإِنَّمَا الأُمَمُ الأَخْلاقُ مَا بَقِيَتْ
فَإِنْ هُمُ ذَهَبَتْ أَخْلاقُهُمْ ذَهَبُوا
"Suatu bangsa tegak karena akhlaknya. Jika akhlak mereka masih ada, maka bangsa itu akan tetap ada. Namun jika akhlak mereka hilang, maka hilang pula bangsa tersebut."
Bersambung…


