Jakarta Barat, 15 April 2026 — Pelantikan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta Barat periode 2025–2030 yang digelar pada Rabu (15/4/2026) pukul 10.00 WIB di Aula Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, menegaskan komitmen baru dalam penguatan pembinaan umat.
Mengusung tema “Sinergitas Ulama dan Umara untuk Mewujudkan Jakarta Barat yang Agamis, Harmonis, dan Sejahtera”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
Salah satu sorotan utama dalam pelantikan tersebut adalah komitmen Dr. Ridholloh Ismat, M.Pd.I, yang resmi dilantik sebagai anggota MUI Jakarta Barat. Ia menegaskan fokus pengabdiannya pada penguatan pendidikan keagamaan, khususnya peningkatan literasi Al-Qur’an bagi generasi usia sekolah.
“Penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak dini merupakan langkah mendasar dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual,” ujarnya.
Menurutnya, program ke depan tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencakup pemantapan akidah, pendalaman fiqih praktis dalam kehidupan sehari-hari, serta penguatan nilai tasawuf sebagai landasan pembentukan akhlak mulia.
Dr. Ridholloh juga menekankan pentingnya integrasi antara ilmu dan akhlak dalam pembinaan umat. Ia menilai tantangan zaman modern menuntut pendekatan keagamaan yang tidak hanya normatif, tetapi juga menyentuh aspek pembentukan karakter.
Sementara itu, dalam sambutan terpisah, pengurus MUI DKI Jakarta, KH. Yusuf Aman, mengingatkan pentingnya kedekatan umat dengan ulama sebagai sumber keberkahan dalam kehidupan. Ia juga mendorong agar kepengurusan MUI Jakarta Barat yang baru mampu menjalankan peran amar ma’ruf nahi munkar secara aktif dan bijaksana.
Ketua MUI Jakarta Barat terpilih, Drs. KH. Abdurrahman Soheh, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah berkomitmen mengemban amanah organisasi. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas keilmuan dan spiritualitas sebagai bekal utama dalam menjalankan fungsi pembinaan umat.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkokoh persatuan, serta mewujudkan kehidupan masyarakat Jakarta Barat yang religius, harmonis, dan sejahtera. (Yansen)



