JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Peringatan Hari Kartini diisi dengan kegiatan inspiratif melalui talkshow dan donor darah bertema “Semangat Kartini Menginspirasi Kemandirian Perempuan Masa Kini” yang digelar di Auditorium Universitas Mercu Buana, Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diselenggarakan oleh FK LMK Meruya Utara di bawah penanggung jawab Bapak M. Bastian Ibrahim, dengan jumlah peserta sekitar 100 orang. Acara berlangsung tertib dan kondusif hingga selesai pada pukul 11.30 WIB.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Jakarta Barat Ibu Iin Mutmainah, S.Sos., M.Si., Rektor Universitas Mercu Buana Prof. Dr. Ir. Andi Ardiansyah, M.Eng., Camat Kembangan Bapak Joko, Lurah Meruya Utara Bapak Agustiawan, S.Kom., serta Ketua PMI DKI Jakarta Drs. H. Mardani.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan, talkshow, kegiatan donor darah, serta penutup. Talkshow dipandu oleh moderator Melani Aprianti, M.Psi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah menekankan pentingnya kemandirian perempuan di era modern. Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
“Kemandirian perempuan bukan berarti berjalan sendiri, tetapi memiliki kemampuan untuk berpikir, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihan hidupnya. Perempuan yang mandiri adalah mereka yang percaya diri, terus belajar, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis perempuan, khususnya ibu, dalam membentuk karakter generasi muda serta mencegah perilaku negatif seperti tawuran remaja.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Peran ibu sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, membangun komunikasi yang baik, serta membimbing anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif,” tambahnya.
Dalam sesi talkshow, dibahas berbagai isu penting, di antaranya kemandirian perempuan, manajemen waktu antara keluarga dan pekerjaan, peran perempuan dalam pembangunan wilayah, serta upaya pencegahan tawuran remaja melalui penguatan peran keluarga.
Selain itu, kegiatan donor darah yang digelar bekerja sama dengan PMI DKI Jakarta juga mendapat antusiasme dari peserta sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi sesama.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong perempuan Indonesia agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa, tanpa meninggalkan peran penting dalam keluarga. (APJ)


