Jakarta Barat, infoDKJ.com | Kekhawatiran meluas di kalangan warga RT 003/RW 012, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, terkait keberadaan sebuah pohon asam berukuran besar yang tumbuh di tepi saluran air dan kondisi batangnya terlihat miring.
Pohon tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga karena akarnya telah mengganggu struktur saluran pembuangan, sementara posisinya yang condong memicu risiko tumbang, terutama saat cuaca ekstrem.
Ketua RT 003, Nasrullah, membenarkan adanya laporan dari warga mengenai kondisi pohon tersebut.
“Warga merasa khawatir karena pohon tumbuh cukup rimbun dan terlihat miring. Selain itu, posisinya berada di pinggir saluran air, sehingga dikhawatirkan bisa roboh dan mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Menurutnya, laporan terkait kondisi pohon tersebut sebenarnya telah disampaikan warga melalui aplikasi layanan pengaduan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni Jakarta Kini (JAKI). Namun hingga kini belum ada tindak lanjut di lapangan.
“Sudah dilaporkan melalui aplikasi, tapi sampai sekarang belum ada respons nyata. Warga berharap segera ada penanganan,” tambahnya.
Warga setempat menginginkan adanya langkah cepat dari instansi terkait, terutama untuk melakukan penebangan atau penanganan teknis guna mencegah potensi kejadian yang tidak diinginkan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat keberadaan pohon yang berisiko tumbang di area permukiman padat dapat menimbulkan dampak besar, baik terhadap keselamatan jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan tindakan preventif sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
(APJ)


