Jakarta, infoDKJ.com | Kamis, 28 Mei 2026
Penulis: Adang
Selama ini publik lebih sering mengenal Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1945 sebagai salah satu tonggak penting perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa Muhammadiyah juga pernah mengeluarkan seruan perjuangan serupa yang dikenal dengan nama “Amanat Djihad Muhammadiyah” pada 28 Mei 1946 di Yogyakarta.
Dokumen bersejarah tersebut diterbitkan di tengah situasi Indonesia yang baru saja merdeka, tetapi masih menghadapi ancaman kembalinya Belanda yang ingin menjajah Nusantara melalui agresi militer dan dukungan Sekutu.
Dalam kondisi genting itu, Pengurus Besar Muhammadiyah mengeluarkan seruan resmi kepada seluruh warga Persyarikatan dan umat Islam agar ikut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu kalimat yang paling dikenal dalam amanat tersebut berbunyi:
“Madjoe Menjerboe Berdjihad… Bersiaplah!”
Kalimat itu menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak hanya bergerak di bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga aktif membangun semangat perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Latar Belakang Amanat Jihad Muhammadiyah
Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya aman. Belanda melalui NICA berupaya kembali menguasai Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu. Di berbagai daerah terjadi pertempuran besar antara rakyat Indonesia dan pasukan kolonial.
Dalam situasi tersebut, organisasi-organisasi Islam ikut mengambil peran penting membangkitkan semangat perjuangan rakyat, termasuk Muhammadiyah.
“Amanat Djihad Muhammadiyah” diterbitkan pada 28 Mei 1946 di Yogyakarta dan dipublikasikan melalui surat kabar Boelan Sabit edisi Juni 1946.
Dokumen itu menjadi bukti bahwa Muhammadiyah memiliki posisi tegas dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mendukung perjuangan fisik maupun moral melawan penjajahan.
Isi dan Semangat Amanat Jihad Muhammadiyah
Sejarawan Muhammadiyah, M. Yuanda Zara, menjelaskan bahwa Amanat Jihad Muhammadiyah memuat sejumlah poin penting, di antaranya:
- Menegaskan bahwa Indonesia telah merdeka dan wajib dipertahankan
- Mengajak rakyat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
- Mendorong umat Islam ikut terlibat dalam perjuangan melawan penjajah
- Mengajak kaum perempuan mengambil peran dalam perjuangan bangsa
Tidak hanya laki-laki, perempuan Muhammadiyah melalui organisasi ‘Aisyiyah juga didorong berkontribusi dalam perjuangan, baik melalui dukungan logistik, kesehatan, pendidikan, maupun penguatan moral masyarakat.
Seruan tersebut menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan dipandang sebagai tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Muhammadiyah dan Perjuangan Kemerdekaan
Sejarah mencatat bahwa Muhammadiyah memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa Indonesia, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.
Selain bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan dakwah, banyak tokoh Muhammadiyah yang terlibat langsung dalam perjuangan nasional.
KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dikenal menanamkan semangat pembaruan Islam, pendidikan, dan kebangsaan. Semangat itu kemudian diteruskan generasi Muhammadiyah dalam menghadapi kolonialisme.
Pada masa revolusi fisik, kader-kader Muhammadiyah banyak bergabung dalam laskar perjuangan rakyat dan turut mempertahankan wilayah Republik Indonesia.
Jarang Dibahas dalam Narasi Sejarah Nasional
Di media sosial, banyak netizen mengaku baru mengetahui adanya Amanat Jihad Muhammadiyah tahun 1946. Sebagian menyebut dokumen sejarah tersebut jarang diangkat dalam pembahasan sejarah nasional.
Padahal, keberadaan Amanat Jihad Muhammadiyah memperlihatkan bahwa organisasi Islam besar di Indonesia memiliki kontribusi nyata dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Sejarah ini juga memperlihatkan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia dilakukan oleh berbagai elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan yang bergerak melalui jalur pendidikan, sosial, dan perjuangan rakyat.
Penting Dikenalkan kepada Generasi Muda
Banyak kalangan menilai sejarah seperti Amanat Jihad Muhammadiyah penting dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang dan pengorbanan banyak pihak.
Selain memperkaya wawasan sejarah nasional, kisah tersebut juga dapat menumbuhkan semangat kebangsaan, persatuan, dan penghargaan terhadap kontribusi tokoh-tokoh Islam dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air merupakan bagian penting dari ajaran dan gerakan umat Islam Indonesia.
Sumber:
- suaramuhammdiyah.id
- hidayatullah.com
- pwmu.co
- suaraaisyiyah.id
- M. Yuanda Zara, kajian sejarah Muhammadiyah dan revolusi kemerdekaan Indonesia.


