Oleh:
Wildan Arrafi
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN Syarif Hidayatullah
Secara tradisional arti dari perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat juga diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi yang dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. Dalam undang-undang perpustakaan disebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Perpustakaan menurut Wafford (1961 : 1) adalah perpustakaan.
Minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat secara terus-menerus terhadap sesuatu (orang, benda, dan kegiatan) yang disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari serta membuktikannya lebih lanjut. Minat juga dapat dikatakan sebagai dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginan. Dengan demikian, minat merupakan sumber motivasi intrinsik bagi seseorang untuk memperoleh sesuatu yang diminatinya (Undang, 2014).
Sedangkan membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan. Hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan (Kosam, 2006).
Perpustakaan dan Coffe Shop
Perpustakaan memiliki fungsi utama sebagai tempat belajar sepanjang hayat bagi semua golongan masyarakat, tanpa memandang usia, status sosial, agama, atau ras. Melalui koleksi yang disediakan, perpustakaan memberikan akses informasi dan sarana belajar yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja (Qalyubi, 2007). Selain itu, perpustakaan juga memberikan bimbingan dalam mendapatkan informasi dan menjadi tempat pertemuan dan kolaborasi antara anggota masyarakat, menciptakan ruang bagi berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide (Perpusnas, 1992). Dengan demikian, perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan, pengetahuan, dan pengembangan masyarakat.
Perpustakaan memiliki berbagai fasilitas yang dipersiapkan untuk kenyamanan pemustaka. Perpustakaan menyediakan berbagai jenis layanan, seperti peminjaman buku, referensi, konsultasi pustakawan, akses internet, ruang studi, dan koleksi khusus, untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka (Basuki, 1991; Rahayuningsih, 2017; Sembiring, 2008). Layanan yang disediakan didukung dengan fasilitas koneksi internet untuk mendukung pencarian informasi yang lebih efektif.
Saat ini Coffee Shop menyediakan space bagi para pelanggan untuk melakukan pencarian informasi yang cepat. Mulai dari tempat yang nyaman sampai pada koneksi internet yang lancar. Coffee Shop atau yang akrab di telinga kita biasa disebut kafe (Andriyani et al., 2022). Coffee Shop merupakan suatu tempat (kedai) yang menyajikan olahan kopi espresso dan kudapan kecil (Atmodjo & Widjojo, 2005). Sejalan dengan waktu, selain menyajikan kopi sebagai produk utamanya, Coffee Shop juga menawarkan pilihan makanan ringan dan hidangan berat. Kafe menyediakan berbagai fasilitas yang meningkatkan kenyamanan pengunjung, seperti akses wifi, live music, televisi, colokan pengisi daya, dan koleksi buku. Selain itu, kafe didesain dengan interior yang nyaman dan santai sebagai tempat belajar bagi pelanggannya.
Kehadiran Perpustakaan Kafe (Konsep Kafe di dalam Perpustakaan)
Menjamurnya kafe menjadikan pengguna memiliki pilihan alternatif space selain perpustakaan. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan pesat dalam jumlah dan popularitas Coffee Shop di berbagai kota. Fenomena ini dapat dikaitkan dengan perubahan gaya hidup dan kebutuhan sosial masyarakat modern, terutama di kalangan generasi baru. Seiring dengan meningkatnya jumlah kafe, terdapat pergeseran dalam persepsi masyarakat terhadap tempat-tempat ini. Coffee Shop tidak hanya dianggap sebagai tempat untuk menikmati kopi dan makanan ringan, tetapi juga sebagai ruang untuk berkumpul, bekerja, dan bahkan belajar.
Perpustakaan kafe adalah terobosan baru dalam dunia perpustakaan yang menggabungkan suasana kafe dengan fungsi perpustakaan. Perpustakaan kafe bertujuan untuk memberikan tempat yang nyaman kepada masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan agar tidak merasakan kejenuhan (Nur’aini et al., 2021). Perpustakaan kafe dirancang bergaya kafe di dalamnya, menyajikan hidangan ringan. Meskipun berbeda dari perpustakaan pada umumnya, perpustakaan kafe tetap menjaga fungsi utama perpustakaan, yaitu sebagai pusat penyedia informasi (Masiani, 2016). Melalui koleksi yang beragam dan bimbingan literasi, perpustakaan kafe menyediakan akses informasi yang diperlukan oleh pengunjungnya.
Dengan desain yang santai dan lingkungan yang nyaman, perpustakaan kafe menawarkan fleksibilitas dalam menciptakan suasana yang menarik bagi pengunjungnya. Tujuannya adalah untuk menggugah minat masyarakat dalam mengunjungi perpustakaan. Konsep kafe buku, di mana tempat bersantai dikombinasikan dengan kecintaan terhadap buku, menjadi daya tarik utama perpustakaan kafe (Wind & Wardhana, 2015). Dengan cara ini, pengunjung dapat menikmati kopi atau makanan ringan sambil santai membaca buku favorit mereka.
Konsep tempat belajar bagi pemustaka generasi baru menjadi suatu pertimbangan yang penting. Perpustakaan menyediakan koleksi buku dan sumber informasi yang lebih lengkap, serta lingkungan yang tenang dan kondusif untuk memperdalam pemahaman dan konsentrasi dalam proses belajar. Namun di balik kenyamanan penerapan Coffee Shop juga memiliki kelemahan dalam konteks belajar, seperti kebisingan yang dapat mengganggu konsentrasi dan kurangnya fasilitas. Perpustakaan dirancang secara khusus untuk menciptakan lingkungan ideal untuk berpikir dan ketenangan dalam mengakses ataupun membaca literatur.
Pilihan antara Coffee Shop dan perpustakaan tergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan spesifikasi pengguna. Melalui hasil penelitian, beberapa informasi menyarankan bahwa harus ada inovasi untuk menggabungkan konsep Coffee Shop dalam perpustakaan.


