JAKARTA, infoDKJ.com | Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jakarta Barat menggelar kegiatan Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Relawan Kebencanaan pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut berlangsung di Majelis Dzikir Nurul Hidayah, Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen LPBINU Jakarta Barat dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana sekaligus mencetak relawan yang tangguh, responsif, dan siap diterjunkan saat situasi darurat terjadi.
Kegiatan menghadirkan berbagai unsur organisasi, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPBINU Jakarta Barat Rouf, Ketua MWCNU Cengkareng Kyai Joko Supriyanto, serta Kasipem Kelurahan Rawa Buaya Albani. Selain itu, pelatihan juga mendapat dukungan dari BPBD Provinsi DKI Jakarta yang diwakili Ana Kurniati serta PMI DKI Jakarta melalui Arif Rahman sebagai narasumber.
Turut terlibat pula BAGANA (Banser Tanggap Bencana) yang memperkuat sinergi pengamanan dan proses evakuasi di lapangan.
Dalam sambutannya, Kyai Joko Supriyanto menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas relawan agar mampu bekerja secara profesional saat menghadapi kondisi darurat.
“Peningkatan kapasitas ini sangat penting. Relawan tidak hanya membutuhkan niat baik, tetapi juga keterampilan yang teruji agar aksi kemanusiaan di lapangan dapat berjalan efektif, cepat, dan aman,” ujar Kyai Joko.
Pemilihan wilayah Rawa Buaya, Cengkareng sebagai lokasi pelatihan dinilai tepat karena kawasan tersebut termasuk daerah yang kerap menghadapi tantangan lingkungan dan cuaca ekstrem, seperti banjir dan angin puting beliung.
Melalui pelatihan ini, para relawan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, penanganan awal, hingga membantu proses evakuasi dan pemulihan pascabencana di lingkungan masyarakat.
Sejak pagi hari, peserta mendapatkan berbagai materi penting terkait kebencanaan, di antaranya manajemen posko, teknik evakuasi, bantuan dasar pertolongan pertama, hingga simulasi penanganan darurat bencana seperti banjir, gempa bumi, dan angin puting beliung.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi teori maupun praktik lapangan yang dipandu langsung oleh para instruktur dan narasumber berpengalaman.
Dengan adanya pelatihan ini, LPBINU Jakarta Barat berharap terbentuk jaringan relawan yang semakin solid, sigap, dan mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Jakarta Barat. (Yansen)




