JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Karang Taruna Kecamatan Kebon Jeruk bersiap menggelar Kebon Jeruk Fest Harmony 2026, sebuah festival kolaboratif yang menggabungkan pemberdayaan pemuda, penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya Betawi, serta kampanye lingkungan hidup dalam satu panggung kebersamaan.
Mengusung tema "Harmony in Diversity & Green Movement", kegiatan ini akan berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk Gubernur DKI Jakarta dan jajaran perangkat daerah terkait, dijadwalkan hadir untuk membuka acara secara resmi.
Festival ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda masyarakat terbesar di wilayah Kebon Jeruk yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, pelaku UMKM, komunitas budaya, hingga pemerhati lingkungan.
Wadah Kolaborasi Lintas Sektor
Ketua Karang Taruna Kecamatan Kebon Jeruk, Eko Setiadi, menegaskan bahwa penyelenggaraan Kebon Jeruk Fest Harmony 2026 merupakan bentuk komitmen organisasi kepemudaan dalam membangun ruang kolaborasi yang produktif antara masyarakat dan pemerintah.
Menurutnya, tantangan pembangunan perkotaan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemuda, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
"Kebon Jeruk Fest Harmony 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang hiburan masyarakat. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai ruang bertemunya berbagai elemen untuk membangun kolaborasi nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi warga," ujar Eko Setiadi saat ditemui, Senin (1/6/2026).
Ia menambahkan, penguatan jaringan sosial dan koordinasi di tingkat akar rumput menjadi modal penting dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.
"Ketika masyarakat, pemuda, dan pemerintah berjalan dalam satu visi yang sama, maka berbagai program pembangunan akan lebih mudah diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," tambahnya.
Dorong UMKM dan Kampanye Pilah Sampah
Selain menjadi panggung kreativitas generasi muda, festival ini juga dirancang sebagai etalase bagi produk-produk unggulan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kebon Jeruk.
Puluhan tenant UMKM akan menampilkan berbagai produk kuliner, kerajinan, dan produk kreatif lokal yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat.
Tak hanya itu, penyelenggara juga mengintegrasikan kampanye Gerakan Pilah Sampah Organik dan Anorganik, sejalan dengan program lingkungan hidup yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Melalui pendekatan yang dikemas secara edukatif dan menghibur, masyarakat diajak untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Padukan Olahraga, Budaya dan Hiburan Rakyat
Ketua Panitia Kebon Jeruk Fest Harmony 2026, Sarif Hidayattulloh atau yang akrab disapa Bang Day, menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai pesta rakyat yang mengakomodasi berbagai kalangan usia.
Salah satu agenda utama adalah kegiatan Fun Walk yang ditargetkan diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jakarta Barat. Selain itu, pengunjung juga akan disuguhkan beragam kuliner khas Betawi yang disiapkan oleh pelaku UMKM lokal.
Untuk memperkuat identitas budaya daerah, panitia turut menghadirkan pertunjukan seni tradisional dan hiburan rakyat yang melibatkan sejumlah seniman Betawi ternama.
"Kami ingin menghadirkan festival yang bukan hanya meriah, tetapi juga memiliki nilai edukasi, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Karena itu kami menggabungkan unsur olahraga, pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya Betawi, serta kampanye peduli lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan," jelas Bang Day.
Sejumlah nama yang dijadwalkan tampil antara lain Nyak Kopsah, Bang Udin Top, dan Bang Opie Kumis, yang selama ini dikenal sebagai figur seni dan budaya Betawi yang dekat dengan masyarakat.
Menuju Agenda Tahunan Kebanggaan Warga
Panitia berharap Kebon Jeruk Fest Harmony tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas wilayah sekaligus menjadi sarana konsolidasi sosial masyarakat.
Dengan mengedepankan semangat kebersamaan, keberagaman, dan kepedulian terhadap lingkungan, festival ini diharapkan menjadi contoh bagaimana organisasi kepemudaan dapat berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan sosial di tingkat lokal.
Kebon Jeruk Fest Harmony 2026 pun diproyeksikan menjadi simbol kolaborasi antara pemuda, masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan Jakarta yang lebih harmonis, berbudaya, produktif, dan berkelanjutan. (Yansen)


