Jakarta Barat, infoDKJ.com – Komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan sampah terus diperkuat melalui Gerakan Pemilahan dan Penanganan Sampah dari Sumber. Hal itu ditunjukkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., saat melakukan kunjungan kerja ke RW 07 Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (11/6/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Kantor RW 07, Jalan Taman Alfa Indah No. 10 RT 012/RW 07 tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Penanganan Sampah dari Sumber.
Kehadiran orang nomor satu di Jakarta itu disambut antusias oleh warga, pengurus lingkungan, serta jajaran pemerintah daerah. RW 07 Joglo sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang berhasil menerapkan sistem pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri di tingkat masyarakat.
Turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Jakarta Barat Dr. Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.AP, Danramil 07/Kembangan Mayor Inf Abdul Kholil, Kapolsek Kembangan Kompol Taufik, Wakapolsek Kembangan AKP Wayan, para anggota DPRD DKI Jakarta, Sekretaris Kota Jakarta Barat Imran, Camat Kembangan M. Fahmi, serta Lurah Joglo Rizky Denni Ananda, S.STP.
Dalam kunjungannya, Gubernur Pramono melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan bank sampah, proses pemilahan sampah organik dan nonorganik, serta berdialog dengan warga mengenai upaya pengelolaan sampah berbasis komunitas.
RW 07 Joglo Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung memberikan apresiasi kepada warga RW 07 Joglo yang dinilai berhasil menjadi contoh dalam pengelolaan sampah dari sumber.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada RW 07 Kelurahan Joglo yang telah menjadi percontohan pilah dan olah sampah. Apa yang dilakukan di sini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga dan masyarakat," ujar Pramono.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Dibutuhkan perubahan pola pikir masyarakat agar pemilahan sampah dimulai sejak dari rumah.
Hampir 50 Persen Sampah Jakarta Adalah Sampah Organik
Pramono menjelaskan bahwa hampir separuh sampah yang dihasilkan Jakarta merupakan sampah organik yang sebenarnya dapat dikelola secara mandiri melalui berbagai metode sederhana.
"Pemilahan sampah dari sumber sangat penting karena hampir 50 persen sampah Jakarta adalah sampah organik. Jika dikelola dengan baik di lingkungan masing-masing, beban pengangkutan dan penanganan sampah ke Bantargebang akan berkurang secara signifikan," jelasnya.
Ia juga mencontohkan keberhasilan sejumlah wilayah di Jakarta yang telah mengembangkan sistem pengolahan sampah mandiri, salah satunya melalui penggunaan biopori jumbo untuk mengolah sampah dapur menjadi kompos yang bermanfaat.
Siapkan Insentif dan Kompetisi Pilah Sampah
Tak hanya menyasar kawasan permukiman, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melibatkan dunia usaha dalam gerakan pengelolaan sampah.
Gubernur mengungkapkan bahwa Pemprov tengah menyiapkan program kompetisi pengelolaan sampah bagi sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri.
Sebagai bentuk dukungan, pelaku usaha yang berhasil menjalankan program tersebut akan mendapatkan berbagai insentif, termasuk kemudahan dan penghargaan terkait perpajakan daerah.
Hadiah Ulang Tahun Jakarta untuk Warga
Dalam kesempatan itu, Pramono Anung juga menyampaikan kabar gembira menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.
"Mulai Senin, 15 Juni 2026, warga yang memiliki KTP DKI Jakarta dapat menikmati akses gratis ke sejumlah tempat wisata di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Jakarta," ungkapnya yang langsung disambut antusias warga.
Kolaborasi Kunci Keberhasilan
Lurah Joglo Rizky Denni Ananda menyampaikan bahwa keberhasilan RW 07 dalam mengelola sampah tidak terlepas dari partisipasi aktif warga serta dukungan berbagai pihak.
Menurutnya, kunjungan Gubernur menjadi motivasi besar bagi masyarakat untuk terus menjaga konsistensi dalam menerapkan budaya memilah dan mengolah sampah dari sumber.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta tersebut berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan gabungan dari Koramil 07/Kembangan, Polsek Kembangan, Satpol PP, Dishub, dan unsur FKDM.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap gerakan pemilahan sampah dari sumber tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi menjadi budaya baru masyarakat Jakarta dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
(APJ)




