Jakarta, infoDKJ.com | Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta menggelar Training of Trainers (ToT) Implementasi Satu Data Muhammadiyah (SATUMU) dengan mengusung tema "Mempercepat Transformasi Digital Muhammadiyah, Memacu Tata Kelola Organisasi Modern dan Profesional". Kegiatan berlangsung pada Ahad (5/7/2026) di Aula Djuanda, Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya No. 49, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini diikuti oleh enam Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan puluhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-DKI Jakarta sebagai calon agen dan verifikator yang akan mengimplementasikan penguatan tata kelola organisasi berbasis digital di lingkungan Muhammadiyah.
ToT SATUMU merupakan bagian dari rangkaian roadshow nasional yang diinisiasi oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Project Management Office (PMO), serta Tim Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) PP Muhammadiyah.
Ketua MPI PWM DKI Jakarta, Fadli Arsil, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan budaya organisasi. Menurutnya, tantangan terbesar adalah membiasakan tata kelola organisasi yang berbasis data dan sistem digital.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada para peserta, baik agen maupun verifikator dari PDM dan PCM se-DKI Jakarta yang telah hadir mengikuti ToT SATUMU ini. Semoga setelah mengikuti kegiatan ini, manajemen administrasi data dan aktivitas persyarikatan di daerah masing-masing semakin tertata melalui sistem digitalisasi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM DKI Jakarta, H. Supriyadi Karsim, menyampaikan bahwa ToT SATUMU merupakan langkah strategis dalam membangun tata kelola organisasi Muhammadiyah yang modern di era digital. Menurutnya, meski proses transformasi menghadirkan tantangan pada tahap awal, manfaat yang dihasilkan akan sangat besar bagi keberlangsungan organisasi.
"Dengan ToT SATUMU, kita membuka babak baru tata kelola persyarikatan Muhammadiyah berbasis digital. Tantangan tentu ada, tetapi keberanian memulai perubahan adalah kunci untuk meraih manfaat yang lebih besar," katanya.
Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abu Bakar, menegaskan pentingnya penataan organisasi di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi. Ia menilai pemanfaatan SATUMU akan menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan organisasi di masa depan.
"Basis data digital melalui SATUMU akan mempermudah pemetaan potensi kader. Akurasi data menjadi kunci dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat demi kemajuan persyarikatan," jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para agen dan verifikator mengikuti arahan narasumber dari MPI PP Muhammadiyah dengan memanfaatkan laptop maupun telepon genggam masing-masing untuk mempraktikkan langsung sistem yang diperkenalkan.
Ketua PCM Slipi Kota Bambu, Jakarta Barat, Akhmadin, menambahkan bahwa identitas digital warga persyarikatan melalui Muhammadiyah ID dan e-KTAM, serta penguatan keamanan siber, menjadi bagian penting dalam perlindungan data anggota dan aset Muhammadiyah.
"Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kredibilitas organisasi," pungkasnya.
(AZN)




