BEKASI, infoDKJ.com | Upaya menciptakan lingkungan TPA yang lebih bersih dan nyaman terus dilakukan melalui aksi penyemprotan eco enzyme di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Jalan Pangkalan 2, Jalan Ciketing Udik No. 10, RT 004/RW 002, Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, 9-15 Agustus 2026, tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi, relawan eco enzyme hingga relawan Muhammadiyah.
Aksi penyemprotan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan yang muncul dari aktivitas pengelolaan sampah di kawasan TPA. Penggunaan eco enzyme diharapkan dapat membantu menekan bau tidak sedap sekaligus mendukung proses penguraian material organik.
Dalam kegiatan tersebut, Damkar Kota Bekasi menerjunkan empat unit mobil pemadam dengan 16 personel. Selain itu, terdapat 16 relawan eco enzyme yang terlibat langsung dalam proses penyemprotan serta satu personel Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam menjaga lingkungan dan menciptakan kawasan TPA yang lebih nyaman.
Eco enzyme sendiri merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, seperti sisa buah dan sayuran, yang selama ini banyak dianggap sebagai limbah rumah tangga. Pemanfaatannya dalam kegiatan lingkungan menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya.
Sejumlah manfaat yang diharapkan dari penyemprotan eco enzyme di kawasan TPA antara lain membantu penguraian sampah organik, mengurangi bau tidak sedap, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih nyaman bagi petugas dan masyarakat sekitar.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa limbah dapur dapat dimanfaatkan kembali melalui pengolahan sederhana dan ramah lingkungan.
Semangat tersebut terangkum dalam pesan yang disampaikan para pegiat lingkungan:
“Dengan Eco Enzyme, kita ubah sampah jadi berkah. TPA bersih, udara sehat, bumi lestari untuk anak cucu kita.”
Nilai kepedulian sosial juga menjadi landasan kegiatan ini, sebagaimana ungkapan, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama.”
Melalui sinergi pemerintah, petugas, relawan dan masyarakat, aksi penyemprotan eco enzyme di TPA Sumur Batu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketika berbagai pihak bergerak bersama, persoalan lingkungan dapat dihadapi dengan semangat gotong royong demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (Sofyan)



