JAKARTA PUSAT, InfoDKJ.com | Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ar-Rahmat, wilayah RW 05 Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia yang beliau ajarkan.
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri para alim ulama, sesepuh dan tokoh masyarakat, jajaran Kelurahan Cideng, DMI Kecamatan Gambir, DMI Ranting Cideng, pengurus DKM Masjid Ar-Rahmat, Ketua RW 05 Dedi Supandi beserta jajaran, para Ketua RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, LMK, FKDM, FBR Gardu 0345, serta jamaah Masjid Ar-Rahmat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh Ustaz Bahrul Ulum. Suasana religius semakin terasa ketika para jamaah bersama-sama mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.
Selanjutnya, acara diisi dengan sambutan Ketua Panitia Fatullah (Deden) dan sambutan Lurah Cideng Arief Lingga Pratama. Dalam kesempatan tersebut, para hadirin diajak menjadikan peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pemberian santunan kepada anak yatim. Santunan diserahkan oleh Lurah Cideng bersama Ketua RW 05 sebagai bentuk kepedulian sosial dan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah oleh Al-Mukarram KH. Abdurrahman Djaelani, S.Sos.I atau yang akrab disapa Ustaz Udjae.
Melalui tausiyah tersebut, jamaah mendapatkan penguatan keagamaan tentang pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa ajaran Rasulullah SAW tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga tentang akhlak, kepedulian, persaudaraan, kejujuran dan kasih sayang kepada sesama.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Al-Mukarram KH. Muhammad Asy’ari, dilanjutkan ramah tamah dan foto bersama.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi mampu melahirkan semangat untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Dari Masjid Ar-Rahmat Cideng, Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan bershalawat, tetapi juga dengan berusaha menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. (Dan)





