Jakarta, infoDKJ.com | Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Jakarta Barat menggelar turnamen minisoccer sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergitas, kekompakan, komunikasi, dan silaturahmi antaranggota FKDM se-Jakarta Barat.
Kegiatan olahraga tersebut dilaksanakan di Meroedja Sport Park, Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, dan diikuti oleh perwakilan FKDM dari delapan kecamatan yang ada di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpengurus dan anggota FKDM di tingkat kecamatan maupun kota. Melalui kegiatan bersama dalam suasana sportif dan penuh kebersamaan, diharapkan terbangun komunikasi serta koordinasi yang semakin solid dalam mendukung tugas FKDM di wilayah Jakarta Barat.
Babak penyisihan turnamen dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 16 September 2026, yang mempertemukan FKDM Kecamatan Tamansari, Kebon Jeruk, Kalideres, dan Grogol Petamburan.
Dari hasil pertandingan pada babak penyisihan tersebut, FKDM Kecamatan Kebon Jeruk keluar sebagai juara grup, sedangkan FKDM Kecamatan Tamansari menempati posisi runner-up dan berhak melaju ke babak berikutnya.
Sementara itu, babak penyisihan tahap kedua dilaksanakan pada 7 Oktober 2026 dengan mempertemukan FKDM Kecamatan Kembangan, Tambora, Cengkareng, dan Palmerah.
Hasil pertandingan menempatkan FKDM Kecamatan Kembangan sebagai juara grup, sedangkan FKDM Kecamatan Cengkareng sebagai runner-up.
Dengan hasil tersebut, empat tim memastikan diri melaju ke babak semifinal, yakni FKDM Kecamatan Kembangan, FKDM Kecamatan Kebon Jeruk, FKDM Kecamatan Tamansari, dan FKDM Kecamatan Cengkareng.
Babak semifinal sekaligus rangkaian menuju partai final akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Oktober 2026, bertempat di Meroedja Sport Park, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
Ketua FKDM Kota Jakarta Barat, Bobby, mengatakan bahwa turnamen minisoccer tersebut sengaja dikemas bukan semata-mata untuk mengejar prestasi olahraga, tetapi lebih jauh sebagai sarana membangun kebersamaan dan memperkuat sinergitas antaranggota FKDM.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang dan kalah. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa berkumpul, bersilaturahmi, membangun komunikasi dan memperkuat kekompakan seluruh anggota FKDM se-Jakarta Barat. Dengan kebersamaan yang semakin kuat, tentunya koordinasi dan sinergitas di lapangan juga akan semakin baik,” ujar Bobby.
Menurutnya, FKDM memiliki peran penting dalam membantu menciptakan kewaspadaan dan menjaga kondusivitas lingkungan melalui komunikasi serta koordinasi dengan berbagai unsur di wilayah. Karena itu, hubungan yang harmonis antarpengurus dan anggota menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan peran tersebut.
Bobby juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.
“Kami mengapresiasi seluruh FKDM kecamatan yang sudah berpartisipasi. Semangatnya luar biasa dan mudah-mudahan sampai pertandingan semifinal dan final nanti suasana kekeluargaan, sportivitas dan kebersamaan tetap terjaga,” tambahnya.
Senada dengan Ketua FKDM Kota Jakarta Barat, Sekretaris FKDM Kota Jakarta Barat, Theo, menilai kegiatan tersebut memberikan ruang positif bagi anggota FKDM untuk saling mengenal lebih dekat di luar kegiatan kedinasan maupun tugas-tugas kewaspadaan dini masyarakat.
“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun chemistry dan kebersamaan antaranggota FKDM. Kita berasal dari delapan kecamatan dengan karakter wilayah yang berbeda-beda, sehingga melalui kegiatan olahraga bersama seperti ini kita dapat mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih baik,” kata Theo.
Theo menambahkan, kekompakan yang terbangun melalui kegiatan olahraga diharapkan dapat terus dibawa dalam pelaksanaan tugas FKDM di masing-masing wilayah.
“Harapannya, setelah turnamen ini selesai, hubungan dan komunikasi yang sudah terbangun tidak berhenti di lapangan saja. Semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga dalam menjalankan tugas dan pengabdian di wilayah Jakarta Barat,” ujarnya.
Turnamen minisoccer FKDM Jakarta Barat diharapkan dapat menjadi agenda yang memberikan manfaat positif bagi seluruh anggota, sekaligus menjadi wadah memperkuat persaudaraan dan sinergitas antar-FKDM kecamatan.
Anggota FKDM Jakarta Barat, Fajar Pratama, yang menjadi koordinator pelaksanaan turnamen ini, juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diadakan dalam rangka menciptakan komunikasi dan koordinasi yang kuat sesama anggota FKDM serta menumbuhkan rasa persaudaraan sesama anggota FKDM Jakarta Barat agar ke depannya FKDM Jakarta Barat semakin solid.
“FKDM bekerja di tengah masyarakat dan membutuhkan komunikasi serta koordinasi yang kuat. Karena itu, kebersamaan antaranggota bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan organisasi. Dari lapangan minisoccer ini kita belajar bahwa kekompakan, komunikasi dan kerja sama adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama,” kata Fajar Pratama.
“Pada akhirnya, yang ingin kita bangun bukan hanya tim yang kuat di lapangan, tetapi juga FKDM Jakarta Barat yang semakin solid, kompak dan mampu bersinergi dalam menjaga kewaspadaan serta membangun suasana yang kondusif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dengan tersisanya empat tim terbaik, perhatian kini tertuju pada babak semifinal yang akan mempertemukan FKDM Kecamatan Kembangan, FKDM Kecamatan Kebon Jeruk, FKDM Kecamatan Tamansari, dan FKDM Kecamatan Cengkareng pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Selain menjadi ajang menentukan tim yang akan melaju ke partai final, pertandingan tersebut diharapkan tetap menjadi momentum silaturahmi dan memperkuat semangat “Bersama, Kompak, dan Bersinergi” di lingkungan FKDM Kota Jakarta Barat.



