Jakarta, infoDKJ.com | Sabtu, 15 November 2025
Oleh: Ahmad Hariyansyah
Dalam hidup, sering kali kita merasa “dipukul” oleh keadaan—ujian datang silih berganti, orang menyakiti, atau dunia terasa menekan. Namun jika direnungkan, pukulan itu bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk membersihkan kita. Seperti karpet yang ditepuk, yang diusir bukan karpetnya, tetapi debu yang menempel.
Begitu pula dengan manusia. Dalam diri kita ada “debu”: kesombongan, kelalaian, ego, dan cinta dunia yang berlebihan. Ujian dari Allah bukan tanda kebencian, melainkan bentuk kasih sayang agar hati kembali bersih.
Ujian Adalah Kasih, Bukan Murka
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)
Cobaan justru menjadi sarana meninggikan derajat, menghapus dosa, dan mendidik hati.
“Tidaklah seorang mukmin ditimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kesusahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya sekalipun, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya dengan sebab itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Membersihkan Debu Hati
Seperti karpet yang kembali bersih setelah ditepuk, jiwa manusia menjadi lebih bercahaya setelah ujian. Allah ingin menyingkirkan “debu” dalam hati—sombong, lalai, merasa aman dari cobaan, hingga cinta dunia berlebihan.
Allah berfirman:
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui siapa yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan keadaanmu yang sebenarnya.”
(QS. Muhammad: 31)
Melalui ujian, kualitas iman seseorang terlihat jelas.
Pukulan Hidup adalah Pendidikan
Pukulan hidup adalah bentuk pendidikan (tarbiyah) dari Allah. Ia mendidik kita untuk rendah hati, sabar, khusyuk dalam doa, dan hanya bergantung kepada-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah menimpakan musibah kepadanya.”
(HR. Bukhari)
Musibah bukan hukuman, melainkan jalan menuju kebaikan.
Penutup
Ketika kesulitan datang, jangan terburu-buru menyalahkan takdir. Tanyakanlah pada diri sendiri:
“Debu apa yang sedang Allah bersihkan dari hatiku?”
Mungkin Allah sedang menghapus kesombongan, menguji kesabaran, atau menarik kita kembali kepada-Nya.
Pukulan hidup bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk menyelamatkan jiwa. Ia adalah kasih Allah dalam bentuk yang mungkin keras, namun membawa kebaikan yang mendalam.


