JAKARTA, infoDKJ.com | Semangat ukhuwah Islamiyah dan penguatan syiar kecintaan kepada Rasulullah ï·º kembali terjalin dalam sebuah pertemuan penuh keberkahan yang berlangsung di Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Pertemuan tersebut mempertemukan Syeikh Hussein Ali Al-Bayyumi, Pendiri sekaligus Ketua Rabithah Majelis Shalawat Nabi Mesir, dengan H. Muhammad Amru Zuhri, Ketua Tanfidziyah MWC Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, kedua tokoh membahas berbagai hal terkait penguatan dakwah, ukhuwah lintas negara, serta upaya menumbuhkan kecintaan umat kepada Rasulullah Muhammad ï·º melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyejukkan dan membangun spiritualitas masyarakat.
Menguatkan Cinta kepada Rasulullah ï·º
Salah satu pokok pembahasan penting dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana mempererat hubungan spiritual antara masyarakat Mesir, yang dikenal sebagai negeri para ulama dan pencinta Ahlul Bait, dengan masyarakat Indonesia yang memiliki tradisi kuat dalam mencintai Rasulullah ï·º melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk majelis shalawat.
Syeikh Hussein Ali Al-Bayyumi menyampaikan pentingnya menjaga dan menghidupkan tradisi bershalawat sebagai sarana memperkuat hubungan batin umat dengan Nabi Muhammad ï·º sekaligus menjadi media dakwah yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat.
Berbagi Pengalaman Dakwah Majelis Shalawat
Dalam kesempatan itu, Syeikh Hussein juga berbagi pengalaman mengenai perkembangan majelis-majelis shalawat di Mesir yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Tradisi tersebut tidak hanya hidup di masjid-masjid, tetapi juga tumbuh di rumah-rumah warga sebagai pusat pembinaan spiritual dan penguatan ukhuwah.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia untuk semakin menghidupkan budaya bershalawat di lingkungan masing-masing sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah ï·º sekaligus memperkuat persatuan umat.
Rencana Kolaborasi Mesir–Indonesia
Pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepahaman awal untuk menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala internasional.
Salah satu agenda yang direncanakan adalah penyelenggaraan Majelis Shalawat Bersama Mesir–Indonesia yang akan digelar pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad ï·º mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah silaturahmi ulama dan masyarakat dari kedua negara sekaligus memperkuat jaringan dakwah Islam moderat yang berlandaskan cinta, persaudaraan, dan kedamaian.
Apresiasi kepada Tuan Rumah dan Warga Nahdliyin
Pada kesempatan tersebut, rombongan juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kyai Nawali dan Nyai Muziah selaku shohibul bait yang telah menerima tamu dengan penuh kehangatan dan keramahan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran PRNU Kedoya Selatan, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, seluruh Badan Otonom (Banom) NU, serta masyarakat Nahdliyin Kecamatan Kebon Jeruk yang turut menyambut dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat sinergi dakwah antara Indonesia dan Mesir, sekaligus memperkokoh peran Nahdlatul Ulama dalam menyebarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lil ‘alamin.
"Semoga pertemuan ini menjadi awal dari berbagai kebaikan, keberkahan, serta semakin memperkuat syiar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat pada umumnya." (Yansen)


