Jakarta, infoDKJ.com | Senin, 17 November 2025; 08:30 WIB
Teruntuk sahabatku, saudaraku yang kini berada di Tanah Suci, hatiku dipenuhi rasa haru dan syukur yang tak terhingga. Terima kasih telah meluangkan waktu di tengah ibadahmu yang mulia untuk menghubungiku melalui telepon genggam, memperlihatkan Ka'bah—rumah Allah yang menjadi kiblat seluruh umat Islam di seluruh dunia.
Saat melihat Ka'bah lewat panggilan video itu, tubuhku seakan bergetar, hatiku luluh dalam haru, air mata tak tertahankan. Entah bagaimana menggambarkan perasaanku: bahagia, takjub, dan tak kuasa menahan rasa syukur yang mengalir begitu deras. Walau hanya melalui layar kecil, Allah mengizinkan aku merasakan kehadiran Baitullah, tempat yang selama ini hanya bisa kulihat dari kejauhan.
Sahabatku, saudaraku, terima kasih. Di tengah kesibukanmu menunaikan rukun Islam yang kelima, engkau masih menyempatkan diriku untuk ikut merasakan nikmatnya berdoa di depan Ka'bah. Betapa besar penghargaan ini bagiku. Betapa mulianya hatimu.
Semoga Allah melimpahkan rahmat, keberkahan, serta perlindungan untukmu dan keluargamu. Semoga setiap langkahmu di Tanah Suci menjadi amal yang diterima, dan semoga engkau pulang sebagai haji yang mabrur.
Hari ini, aku mengangkat tangan dan memohon kepada Allah agar melimpahkan segala kebaikan untukmu—kebaikan dunia hingga akhirat. Semoga rezekimu dilapangkan, hidupmu dipenuhi keberkahan, dan persahabatan kita selalu menjadi jalan yang mendekatkan kita kepada surga-Nya.
Terima kasih Bang Haji Miftah


