Jeneponto, infoDKJ.com | Aksi unjuk rasa yang digelar Himpunan Pemuda Mahasiswa Turatea (HPMT) di depan Markas Polres Jeneponto, Selasa (27/1/2026), berlangsung panas dan sempat diwarnai insiden dorong-dorongan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Meski tidak berujung ricuh, peristiwa tersebut mencerminkan tingginya tensi kekecewaan publik terhadap penegakan hukum di Kabupaten Jeneponto.
Puluhan mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan kritik keras terhadap institusi kepolisian yang dinilai belum maksimal dalam menindak sejumlah persoalan krusial yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Dalam orasinya, jenderal lapangan HPMT menyebut bahwa pembiaran terhadap pelanggaran hukum berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Galian C, Narkoba, dan Judi Disorot Tajam
HMPT menyampaikan tiga tuntutan utama yang menurut mereka harus segera dievaluasi dan ditindaklanjuti oleh Polres Jeneponto:
-
Penertiban Galian C Ilegal Tanpa Tebang Pilih
Massa aksi menilai aktivitas galian C ilegal di Jeneponto masih berlangsung bebas dan terkesan dibiarkan. Mereka mendesak kepolisian agar menertibkan seluruh aktivitas galian C ilegal secara merata tanpa pandang bulu.“Kalau hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas, maka rakyat akan terus dirugikan,” teriak salah satu orator.
-
Pemberantasan Narkoba Hingga ke Jaringan Terbesar
HMPT menuding peredaran narkoba di Jeneponto sudah berada pada level mengkhawatirkan. Mereka meminta kepolisian tidak hanya menangkap pengguna kecil, tetapi juga membongkar bandar dan jaringan besarnya. -
Penindakan Praktik Perjudian yang Masih Marak
Praktik perjudian seperti sabung ayam, pacuan kuda, dan bentuk perjudian lainnya disebut masih kerap terjadi. HMPT menilai lemahnya penindakan berpotensi menormalisasi praktik melanggar hukum tersebut di tengah masyarakat.
Apresiasi Bersyarat untuk Kapolres Baru
Di tengah kritik keras, HPMT menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolres Jeneponto yang baru, namun disertai harapan besar agar kepemimpinan baru tidak mengulang pola lama.
“Ucapan selamat datang ini adalah harapan, sekaligus peringatan. Kami ingin Kapolres baru benar-benar berdiri di atas hukum, bukan kompromi,” tegas jenderal lapangan HMPT.
Polisi Akui Insiden, Klaim Situasi Terkendali
Menanggapi jalannya aksi, Kabag Ops Polres Jeneponto Bahar, SH, mengakui adanya insiden dorong-dorongan di lokasi. Namun ia menegaskan bahwa aparat bertindak sesuai prosedur dan situasi tetap terkendali.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajarannya yang dinilai sigap dan profesional dalam mengamankan aksi, sehingga tidak berkembang menjadi bentrokan terbuka.
Ujian Awal Penegakan Hukum di Jeneponto
Aksi HPMT ini menjadi uji awal bagi kepemimpinan baru di Polres Jeneponto. Tuntutan mahasiswa mencerminkan keresahan masyarakat yang menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji, dalam penegakan hukum.
HMPT menegaskan akan terus mengawal tuntutan tersebut dan siap kembali turun ke jalan jika tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum.
#JenepontoBahagia
(Asriel)


