ACEH UTARA, infoDKJ.com | Aktivitas warga di Pasar Krueng Mane, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Aceh Utara tampak kembali hidup pada Ahad pagi (25/1/2026), setelah beberapa minggu mengalami pukulan hebat akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November–Desember 2025. Sekolah kembali digelar, pelajar mulai berangkat pagi, dan arus lalu lintas di sekitar pasar menunjukkan dinamika normal meskipun kondisi pemulihan masih berlanjut.
Menurut pantauan tim relawan MDMC yang bertugas di Aceh Utara dan Bireuen, harga sembako di pasar tersebut mulai menunjukkan stabilitas, tanda bergeraknya kembali aktivitas ekonomi pascabanjir. Namun, kebutuhan mendasar lain seperti sanitasi dan air bersih masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat setempat.
Pemulihan Pascabanjir yang Masih Berjalan
Banjir besar yang terjadi sejak akhir November 2025 termasuk salah satu bencana alam paling parah di Aceh dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh hujan ekstrem yang meluapkan sungai-sungai besar di wilayah utara Sumatra. Bencana ini menyebabkan dampak luas pada infrastruktur, rumah penduduk, dan fasilitas publik.
Meski sejumlah warga telah kembali ke rumahnya dan kehidupan mulai bergerak, distribusi jaringan air bersih belum sepenuhnya pulih. Banyak sumur warga yang masih terendam lumpur atau terkontaminasi sisa banjir, sehingga belum dapat dimanfaatkan secara layak. Di samping itu, sarana MCK (mandi, cuci, kakus) banyak yang mengalami kerusakan berat, menambah kesulitan sanitasi masyarakat di masa transisi ini. Situasi ini mengharuskan warga bergantung pada bantuan air bersih dan layanan darurat dari lembaga kemanusiaan.
Masih Banyak Korban dan Pengungsi
Data situasi terbaru menunjukkan dampak besar dari bencana ini, di mana Aceh Utara termasuk daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak yang masih bertahan di tempat pengungsian pada pertengahan Januari 2026. Hampir 92.000 jiwa masih berada di titik-titik pengungsian, dengan Aceh Utara mencatat ribuan jiwa bertahan di beberapa lokasi.
Selain itu, peristiwa banjir telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian luas. Seorang remaja berusia 18 tahun ditemukan meninggal dua bulan setelah banjir bandang, mengingatkan kembali para warga akan jejak panjang dampak bencana ini.
Respons Relawan dan Upaya Pemulihan
Tim relawan MDMC yang bertugas di Aceh Utara dan Bireuen menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah sanitasi dan air bersih karena belum semua jaringan air bersih pulih dan sumur warga banyak yang masih tercemar. Prioritas ini menjadi fokus bantuan kemanusiaan di samping pendistribusian sembako dan layanan kesehatan dasar.
“Kami terus berupaya membantu pemulihan sanitasi dan distribusi air bersih bersama mitra lokal dan nasional, agar masyarakat dapat kembali hidup lebih layak pascabanjir,” ujar perwakilan MDMC.
Harapan dan Tantangan Program Pemulihan
Meski situasi ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat mulai menunjukkan tanda-tanda normal, tantangan jangka menengah masih membentang. Pemulihan fasilitas MCK, jaringan air bersih, dan pembersihan sumur-sumur warga membutuhkan dukungan terus menerus dari pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat luas.
Pasar Krueng Mane yang kini ramai kembali menjadi simbol ketangguhan komunitas lokal, tetapi juga menjadi pengingat bahwa proses pemulihan benar-benar masih berlangsung, jauh dari sekadar pulih total.
Laporan: Adang


