Jakarta Barat, infoDKJ.com | Kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal yang difungsikan sebagai tempat usaha konveksi di Jl. Sawah Lio RT 005/RW 08, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (19/1/2026) dini hari. Api berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama hampir satu jam di tengah kawasan permukiman padat penduduk.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat menerima laporan kebakaran pada pukul 01.00 WIB. Petugas langsung bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 01.05 WIB. Proses pemadaman dimulai pada pukul 01.06 WIB.
Api berhasil dilokalisir pada pukul 01.36 WIB, sebelum akhirnya dipadamkan sepenuhnya dan dilakukan pendinginan hingga pukul 01.50 WIB. Hingga saat ini, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali.
Untuk mengantisipasi rambatan api ke bangunan lain, petugas mengerahkan 24 unit mobil pemadam kebakaran dengan total 110 personel. Pengerahan dilakukan secara bertahap, melibatkan unit dari Pos Krendang, Pos Angke, Pos Jembatan Besi, Sektor Tambora, Sektor Tamansari, Kantor Sudin Jakarta Barat, serta bantuan dari wilayah Jakarta Pusat.
Menurut keterangan Sulaeman, Ketua RT 005 setempat, kebakaran pertama kali diketahui saat ia melihat asap tebal disertai api yang cepat membesar dari bangunan rumah konveksi milik Ahmad Yani sekitar pukul 01.00 WIB.
“Saya melihat asap mengebul dan api semakin besar, lalu langsung melaporkan kejadian ini ke pemadam kebakaran,” ujar Sulaeman.
Sementara itu, Ahmad Yani, pemilik rumah dan usaha konveksi, mengaku terbangun dari tidur setelah mencium bau asap. Dalam kondisi panik, ia segera menyelamatkan diri bersama dua orang lainnya yang tinggal serumah.
“Saya bangun sekitar jam satuan, lihat asap sudah tebal. Saya langsung membangunkan dua orang di rumah dan kami keluar lewat pintu belakang karena bagian tengah dan depan sudah ada api,” tuturnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran sempat mengancam permukiman padat di sekitarnya, sehingga pengerahan besar dilakukan guna memastikan api tidak meluas ke bangunan warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran serta total kerugian material masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius akan tingginya risiko kebakaran di kawasan padat penduduk, khususnya pada bangunan yang difungsikan ganda sebagai rumah tinggal dan tempat usaha.
(Dan)


