Bogor, infoDKJ.com | Jalan Transyogi, Mekarsari, Kabupaten Bogor, yang biasanya menjadi jalur penghubung sibuk, mendadak berubah mencekam pada Senin (5/1/2026). Seorang pengendara Honda PCX menjadi target dua pelaku begal bersenjata tajam.
Dalam hitungan detik, situasi berubah dari perjalanan biasa menjadi duel antara hidup dan bahaya.
Korban dipepet dari samping. Motornya oleng. Tubuhnya terjatuh ke aspal. Belum sempat berdiri sempurna, dua pelaku sudah berada di dekatnya—membawa clurit dan ancaman yang membuat siapa pun akan gemetar.
Namun korban memilih satu keputusan yang menyelamatkan nyawanya: lari.
Korban Berlari Menuju Kantor Polisi
Di tengah panik dan rasa sakit akibat terjatuh, korban bergegas menjauh dari pelaku. Nafasnya terengah. Jantungnya berpacu. Ia berlari menuju kantor polisi yang tak jauh dari lokasi kejadian, berharap satu hal: ada pertolongan sebelum semuanya terlambat.
Keputusan itu terbukti tepat.
Petugas yang menerima laporan warga langsung bergerak cepat. Tanpa menunggu lama, pengejaran dilakukan di jalur sekitar Transyogi untuk memburu dua pelaku yang kabur.
Pengejaran Berujung Kecelakaan: Pelaku Nabrak Tiang Listrik
Pelarian pelaku tidak berlangsung lama. Saat diburu petugas, kendaraan pelaku diduga melaju kencang dan hilang kendali hingga menabrak tiang listrik.
Benturan itu membuat pelaku terjatuh dan tak mampu lagi melanjutkan kabur. Dalam kondisi terdesak, kedua pelaku akhirnya berhasil diamankan aparat di lokasi.
Situasi kemudian kondusif. Korban selamat, dan polisi mengamankan pelaku untuk diproses hukum lebih lanjut.
Begal Bersenjata: Ancaman Nyata di Jalan Raya
Kasus seperti ini kembali menjadi pengingat bahwa aksi begal bukan sekadar pencurian, tetapi ancaman serius yang bisa merenggut nyawa.
Polri dalam berbagai peristiwa curas (pencurian dengan kekerasan) menegaskan bahwa pelaku sering menggunakan senjata tajam untuk melumpuhkan korban dan mengambil kendaraan. Karena itu, pelaporan cepat, kewaspadaan, dan tidak melawan saat pelaku bersenjata menjadi kunci keselamatan.
Imbauan untuk Pengendara
Masyarakat, khususnya pengguna jalur Transyogi, diimbau:
- Hindari melintas sendirian di jam rawan (malam hingga dini hari)
- Jangan melawan bila pelaku bersenjata tajam—utamakan nyawa
- Jika dipepet, cari arah ke keramaian atau pos polisi terdekat
- Gunakan kunci ganda, alarm, atau GPS tracker kendaraan
- Segera lapor polisi jika melihat gerak-gerik mencurigakan
Penutup
Hari itu, korban begal selamat bukan karena keberuntungan semata, tetapi karena berpikir cepat: ia memilih menyelamatkan diri dan mencari perlindungan.
Dan malam itu, warga Transyogi mendapat satu pelajaran penting:
di jalan, keselamatan lebih utama dari barang.
Serta, keamanan bukan hanya urusan polisi, tetapi juga kewaspadaan bersama.
(Angga)


