JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Sorak sorai suporter menggema di Lapangan ASBES Bakrie, Semanan, Kalideres, Minggu sore (25/1/2026). Di bawah langit Jakarta Barat, final Djoan Cup 1 berubah menjadi panggung drama sepak bola penuh emosi. Dari sembilan tim yang berlaga, hanya dua tersisa di puncak. Dan ketika peluit panjang dibunyikan, SSB Pijar berdiri tegak sebagai juara pertama, menaklukkan PT CSM yang harus puas di posisi runner-up.
Sejak menit awal laga final, tensi pertandingan terasa tinggi. Adu taktik, duel fisik, dan determinasi menjadi suguhan utama. SSB Pijar tampil disiplin dan percaya diri, sementara PT CSM memberi perlawanan sengit hingga detik-detik akhir pertandingan. Final ini bukan sekadar perebutan piala—melainkan pertaruhan harga diri dan kerja keras sepanjang turnamen.
Andri Maulana S.H., Kapten yang Menyatukan Tim
Di tengah panasnya laga, sosok Andri Maulana, S.H. tampil sebagai figur sentral. Dengan ban kapten melingkar di lengan, ia menjadi pengatur tempo, penyemangat di saat rekan setim tertekan, sekaligus penjaga mental juara. Kepemimpinannya di lapangan menjadi pembeda.
Ketika pertandingan usai, Andri tak mampu menyembunyikan emosinya. Ia mengangkat tangan ke langit, lalu memeluk satu per satu rekan setimnya—sebuah simbol perjuangan yang berbuah manis.
“Alhamdulillah, ini kemenangan yang sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat dan kekuatan. Terima kasih untuk seluruh pemain yang berjuang habis-habisan dari awal hingga final,” ujar Andri dengan suara bergetar.
Syukur, Terima Kasih, dan Harapan ke Depan
Andri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan SSB Pijar hingga meraih trofeo Djoan Cup 1.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pelatih, official, keluarga besar SSB Pijar, dan sponsor kami Ris Cahaya Kontraktor Bang Haji Ipul yang selalu mendukung penuh. Kemenangan ini milik kita semua,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa gelar juara ini bukan titik akhir, melainkan titik awal untuk terus berkembang.
“Harapan kami ke depan, SSB Pijar semakin solid, semakin profesional, dan terus meningkatkan prestasi di setiap turnamen. Kami ingin terus belajar, memperbaiki diri, dan membawa nama baik tim ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.
Turnamen Bergengsi, Ajang Pembuktian
Djoan Cup 1 diikuti sembilan klub sepak bola, menjadi ajang kompetitif yang sarat pembinaan dan sportivitas. PT CSM—yang disponsori Nurdani—tampil konsisten hingga final dan memberikan perlawanan terhormat sebagai runner-up.
Saat trofeo Djoan Cup 1 akhirnya diangkat tinggi oleh kapten SSB Pijar, sorakan penonton pecah. Bukan hanya kemenangan yang dirayakan, tetapi proses, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
Di lapangan ASBES Bakrie sore itu, SSB Pijar tak sekadar menjadi juara. Mereka menulis cerita—tentang mimpi, kebersamaan, dan keyakinan bahwa dengan kerja keras, panggung tertinggi bisa diraih. (Kiem)


