Jakarta, infoDKJ.com | Dalam rangka memperkenalkan kekayaan warisan budaya dan potensi pariwisata Jakarta kepada audiens internasional, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) pada tanggal 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari International Vocational Exchange and Learning Program, sebuah inisiatif kolaboratif antara perusahaan media global Axel Springer dan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta.
Famtrip ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata edukatif (educational tourism) yang menyatukan elemen sejarah, akulturasi budaya, dan ekosistem ekonomi kreatif. Rangkaian kegiatan difokuskan pada eksplorasi destinasi-destinasi unggulan di kawasan Kota Tua dan sekitarnya.
Membuka rangkaian perjalanan dengan memberikan perspektif visual yang unik terhadap tata kota dan bangunan bersejarah Jakarta, peserta diajak berkeliling dengan Open Top Tour Bus (Rute Heritage). Untuk memberikan pengalaman faktual yang menyeluruh, para peserta internasional diajak menyelami lanskap historis Jakarta dengan mengunjungi bangunan cagar budaya Candra Naya sebagai peninggalan arsitektur Tionghoa yang sarat nilai sejarah, dilanjutkan dengan walking tour menyusuri dinamika kawasan Petak 9 yang tersohor sebagai episentrum kuliner dan budaya Pecinan.
Peserta juga diajak untuk meninjau Klenteng Toa Se Bio yang berdiri sebagai simbol harmoni keberagaman dan toleransi di ibu kota, serta diakhiri dengan kunjungan ke House of Tugu untuk mengapresiasi kekayaan seni dan sejarah Indonesia dalam balutan nuansa autentik.
Menanggapi kolaborasi lintas sektor ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memposisikan Jakarta di peta pariwisata dunia.
"Kami menyambut baik kolaborasi internasional seperti ini. Melalui program pertukaran ini, kami ingin membuktikan bahwa Jakarta bukan sekadar pusat bisnis dan ekonomi, melainkan juga melting pot yang memiliki kekayaan budaya serta narasi sejarah yang luar biasa untuk dieksplorasi oleh dunia," ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pemasaran Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menambahkan bahwa pendekatan promosi berbasis pengalaman (experiential marketing) terbukti lebih efektif.
"Famtrip ini dirancang secara khusus agar delegasi internasional dapat merasakan langsung denyut pariwisata Jakarta. Harapannya, pengalaman berkesan ini akan mendorong mereka menjadi duta promosi organik yang menyebarkan narasi positif tentang Jakarta ke panggung global," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih solid antara institusi pendidikan vokasi, pelaku industri kreatif, dan sektor pariwisata. Langkah ini sekaligus mengukuhkan komitmen bersama dalam memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang kaya akan inovasi dan warisan budaya. (humas)
#Pariwisata Jakarta #Pariwisata #Kepulauan Seribu #Disparekraf DKI #Kota Tua #Famtrip #Internasional #Jakarta Kota Global #Wisata Bahari


