Jakarta Selatan, infoDKJ.com | Kamis, 15 Januari 2026
Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta menggelar pertemuan koordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan. Pertemuan yang didampingi unsur Majelis Tabligh, Majelis Tarjih dan Tajdid, serta LDK PDM Jakarta Selatan ini berlangsung di SMK Al-Kautsar Muhammadiyah Jakarta Selatan dalam suasana hangat dan produktif.
Memperkuat Dakwah Komunitas di Akar Rumput
Ketua LDK PWM DKI Jakarta, Buya Ir. Satriawan Tanjung, menyampaikan bahwa LDK PWM berkomitmen memastikan program dakwah komunitas di wilayah PDM Jakarta Selatan berjalan terarah, berkelanjutan, dan menyentuh kelompok-kelompok yang membutuhkan pendampingan.
Dalam pemaparannya, Buya Satriawan menjelaskan sejumlah komunitas yang telah dijangkau dan dibina dalam kerja dakwah komunitas, di antaranya komunitas catur, pengemudi ojek online (Gojek), pemulung, hingga komunitas punk. Menurutnya, dakwah komunitas menuntut pendekatan yang membumi—memahami karakter komunitas, membangun komunikasi yang setara, serta menghadirkan pembinaan yang berkesinambungan.
Tujuan Dakwah Komunitas: Merangkul, Membina, dan Memberdayakan
Pertemuan tersebut juga menegaskan bahwa dakwah komunitas bertujuan menghadirkan Islam berkemajuan secara lebih dekat, inklusif, dan relevan bagi kelompok-kelompok yang selama ini minim akses pembinaan keagamaan. Dakwah diarahkan untuk memperkuat akidah dan ibadah secara bertahap sesuai kondisi komunitas, membangun akhlak, kedisiplinan, serta ketahanan mental, sekaligus menumbuhkan rasa diterima dan dihargai sebagai sesama manusia.
Selain itu, dakwah komunitas juga membuka jalan kemandirian sosial-ekonomi melalui pendampingan, penguatan jejaring, serta rujukan layanan yang dibutuhkan. Upaya ini sekaligus memperluas jangkauan persyarikatan agar hadir di ruang-ruang nyata kehidupan masyarakat—mulai dari komunitas kerja, hobi, jalanan, hingga kelompok rentan—dengan pendekatan dialogis, persuasif, dan berkelanjutan.
PDM Jakarta Selatan: Kepedulian terhadap Kaum Termajinalkan
Ketua PDM Jakarta Selatan, Dr. H. Edy Sukardi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap kaum punk dan komunitas jalanan sebagai bentuk kepedulian Muhammadiyah kepada kelompok termajinalkan. Menurutnya, pembinaan ini menjadi langkah nyata agar mereka memiliki ruang belajar, mendapatkan pendampingan moral dan spiritual, serta menemukan jalan perbaikan hidup yang lebih bermartabat.
Penguatan Muallaf Learning Center Muhammadiyah
Sekretaris LDK PWM DKI Jakarta, Hery Jauhari, turut menyampaikan bahwa LDK PWM telah membentuk Muallaf Learning Center Muhammadiyah (MLCM) yang dipimpin oleh Dr. Ir. Narmodo, M.Ag., sekaligus Ketua PDM Jakarta Barat.
Narmodo menjelaskan bahwa pada tahap awal, MLCM akan fokus pada agenda realistis dan langsung dibutuhkan, seperti pembenahan administrasi dan penguatan media sosial untuk mempertegas identitas serta mandat kelembagaan. Program selanjutnya mencakup pendampingan mualaf, pengajian mualaf bulanan, serta layanan konsultasi dan respons krisis guna membantu mualaf menghadapi tekanan sosial, kebingungan keagamaan, maupun kebutuhan dukungan psikososial.
Kehadiran Unsur Pimpinan dan Majelis
Pertemuan ini dihadiri jajaran PDM Jakarta Selatan, antara lain Muamar Khadafi, S.S. (Sekretaris), H. Sukhemi, S.Ag., M.M., H. Slamet Rudjito, S.Psi., dan Muhammad Iqbal, M.M. (Wakil Ketua). Dari unsur majelis hadir Mulyadi, M.Pd. (Majelis Tabligh) dan Fakhrurozi Reno Sutan (Ketua Majelis Tarjih).
Sementara dari LDK PWM DKI Jakarta hadir Hanifurahman, Sukmaini, Nasrun Adam, Afia Yofaelfi, Fatmayeni, serta Narmodo.
Penutup
Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama LDK PWM DKI Jakarta dan PDM Jakarta Selatan untuk terus menghadirkan dakwah komunitas yang merangkul, membina, dan memberdayakan melalui langkah-langkah nyata, terukur, dan kolaboratif. Dengan pendekatan tersebut, Muhammadiyah diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat, khususnya mereka yang berada di ruang-ruang kehidupan yang kerap terabaikan.
(AZN)


