Pemalang, infoDKJ.com | Seorang pendaki muda bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Magelang, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet. Syafiq dinyatakan hilang sejak Minggu, 28 Desember 2025, saat ia turun gunung untuk mencari pertolongan bagi rekannya yang cedera, namun tidak kembali hingga kini.
Memasuki hari ke-5 pencarian, tepatnya Jumat (2/1/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan, termasuk lembah-lembah dan jalur yang diduga berada di luar trek pendakian.
Kronologi Kejadian: Terpisah Saat Turun, Syafiq Turun Cari Pertolongan
Peristiwa bermula ketika Syafiq melakukan pendakian bersama rombongan. Pada Minggu (28/12/2025), rombongan dijadwalkan turun, namun Syafiq dan salah satu rekannya, Himawan Haidar Bahran, diketahui terpisah dari kelompok saat proses turun gunung.
Di tengah perjalanan turun, Himawan mengalami cedera kaki sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Dalam kondisi tersebut, Syafiq meminta izin untuk turun terlebih dahulu guna mencari pertolongan dari petugas atau pihak basecamp.
Namun setelah Syafiq turun, ia tidak kembali dan tidak diketahui keberadaannya hingga akhirnya dilaporkan hilang.
Sementara itu, Himawan yang menunggu dalam kondisi cedera akhirnya ditemukan selamat oleh tim SAR dalam keadaan masih berada di jalur dan menanti pertolongan.
Pencarian Hari Ke-5 (Jumat, 2 Januari 2026): Tim SAR Sisir Lembah dan Jalur di Luar Trek
Memasuki pencarian hari ke-5, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan setempat terus memperluas area pencarian. Upaya dilakukan tidak hanya pada jalur utama, tetapi juga menyisir lembah-lembah dan jalur di luar trek pendakian.
Tim menduga Syafiq kemungkinan tersesat saat turun atau mengambil jalur yang berbeda dari rombongan. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran manual, pemantauan medan, serta penelusuran titik-titik rawan yang sulit dijangkau.
Cuaca Buruk Jadi Kendala: Hujan dan Angin Hambat Operasi Pencarian
Proses pencarian tidak berjalan mudah. Cuaca buruk seperti hujan, angin kencang, dan kabut tebal dilaporkan menjadi kendala, karena membatasi jarak pandang dan meningkatkan risiko bagi tim pencari di jalur pendakian.
Namun demikian, tim SAR tetap melanjutkan upaya pencarian dengan mempertimbangkan keselamatan personel dan kondisi medan yang ekstrem.
Penutup: Harapan Keluarga dan Imbauan untuk Pendaki
Hingga Jumat (2/1/2026), Syafiq masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan. Pihak keluarga, relawan, serta masyarakat berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk:
- tidak memisahkan diri dari rombongan
- memastikan perlengkapan darurat dan komunikasi tersedia
- tidak mengambil jalur pintas yang tidak dikenali
- segera meminta bantuan melalui jalur resmi jika terjadi keadaan darurat
(Andree)


