infoDKJ.com | Sabtu, 3 Januari 2026
Amal Fathullah Zarkasyi adalah akademisi dan cendekiawan Muslim Indonesia dalam bidang ‘aqidah dan filsafat Islam, dengan spesialisasi Ilmu Kalam, perbandingan agama, dan teologi Islam. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada periode 2014–2020, dan saat ini dikenal sebagai salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Riwayat Hidup
Amal Fathullah Zarkasyi lahir di Ponorogo, Jawa Timur, pada 4 November (terdapat perbedaan tahun kelahiran dalam beberapa sumber, yaitu 1947 dan 1949). Ia merupakan putra dari Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Sekolah Rakyat Desa Gontor, lulus pada 1963. Pendidikan menengah ditempuh di SMP Muhammadiyah Jetis, lulus pada 1965. Selanjutnya ia menempuh pendidikan agama di Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Gontor dan tamat pada 1969.
Pendidikan Tinggi
Berikut jejak pendidikan tinggi Amal Fathullah Zarkasyi:
-
Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor (kini UNIDA Gontor)
- Gelar: Sarjana Muda (B.A.)
- Lulus: 1973
-
IAIN Sunan Ampel Surabaya – Fakultas Ushuluddin (Perbandingan Agama)
- Gelar: Sarjana
- Lulus: 1978
-
Universitas Kairo, Mesir – Fakultas Darul Ulum (Filsafat Islam)
- Gelar: Magister
- Lulus: 1987
- Tesis (Arab): Al-Ittijah as-Salafi fi Fikril Islami al-Haditsah bi Indunisiya
(Pandangan Aliran Salaf dalam Pemikiran Islam di Indonesia)
-
Universiti Malaya, Kuala Lumpur – Akademi Pengajian Islam
- Gelar: Doktor (Ph.D.)
- Lulus: 2006
- Disertasi: Konsep Tauhid Ibn Taymiyyah dan Pengaruhnya di Indonesia: Studi Kasus tentang Pengembangan Kurikulum Pengajaran Akidah di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Karier Akademik dan Kepemimpinan
Sejak 1969, Amal mengabdi sebagai pengajar di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor.
Setelah menyelesaikan studi magister, ia ditugaskan mengajar di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor pada 1978–1980. Selanjutnya ia memegang berbagai jabatan strategis:
- Dekan Fakultas Ushuluddin IPD Gontor (1988–2000)
- Sejak IPD berubah menjadi ISID (1994), ia menjabat:
- Pembantu Rektor III ISID (1996–2000)
- Pembantu Rektor IV ISID (2006–2014)
Ia juga berperan dalam proses transformasi ISID menjadi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor). Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) bidang Ilmu Kalam, sekaligus menjadi Rektor pertama UNIDA Gontor hingga 2020.
Setelah wafatnya pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Abdullah Syukri Zarkasyi (2020) dan kemudian Syamsul Hadi Abdan, Badan Wakaf Gontor menunjuk Amal sebagai salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, yang mengakhiri jabatannya sebagai rektor.
Pemikiran dan Kontribusi Ilmiah
Amal Fathullah Zarkasyi menekankan bahwa Ilmu Kalam memiliki fungsi penting dalam membentengi aqidah dari keraguan (syubhat) dan kebohongan, baik dari luar maupun dari dalam.
Dalam sejarah Islam klasik, Ilmu Kalam berperan menjawab tantangan filsafat terhadap aqidah, seperti:
- konsep ketuhanan yang berbilang (ta’addud al-âlihah),
- konsep tajsim (Tuhan berjasad),
- tasybih (penyerupaan Tuhan dengan makhluk),
- dan pengingkaran terhadap kenabian.
Namun menurutnya, pada era modern terjadi pergeseran, karena Ilmu Kalam sering diposisikan sebagai studi deskriptif-historis yang justru dapat mengarah pada dekonstruksi keyakinan.
Karena itu, ia menegaskan bahwa objek kajian Ilmu Kalam seharusnya kembali pada:
- pengukuhan hakikat agama (keberadaan Tuhan, kenabian, pembalasan),
- tanpa mengabaikan aspek syariat (riba, waris, shalat, dll.) yang sering digunakan sebagai pintu penolakan kebenaran Islam.
Metode Ilmu Kalam (Versi Amal Fathullah Zarkasyi)
Ia menawarkan dua metode utama:
- Metode Filsafat
Mengkaji argumentasi rasional dan filosofis yang berkaitan dengan insting, etika, dan struktur berpikir manusia. - Metode Ilmiah
Memanfaatkan temuan dan hasil eksperimen ilmiah yang memperkuat pengukuhan terhadap keyakinan.
Kedua metode ini harus berjalan dalam kerangka epistemologi Islam yang bebas dari skeptisisme, relativisme, pragmatisme, dan sekularisme.
Peran dalam Pendidikan Pesantren Mu’adalah
Amal juga dikenal aktif memperkenalkan konsep pola pendidikan mu’allimin, yaitu integrasi kurikulum agama dan umum bagi pesantren yang mengikuti sistem penyetaraan (mu’adalah). Ia merupakan ketua umum Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah, wadah koordinasi pesantren yang berada dalam kerangka kebijakan nasional, termasuk Undang-Undang Pesantren No. 18 Tahun 2019.
Kegiatan Ilmiah Internasional
Ia tercatat aktif mengikuti berbagai forum akademik internasional, seperti seminar dan konferensi di Malaysia, Yaman, Maroko, Bosnia, hingga Thailand, dengan tema-tema filsafat Islam, pendidikan Islam, dialog peradaban, dan pembaruan pemikiran Islam.
Karya-Karya
Beberapa karya Amal Fathullah Zarkasyi antara lain:
- Theology Hindu Dharma dan Islam (1996)
- Manhaj al-Bahth al-Falsafi (1997)
- ‘Ilmu Kalam (1998)
- al-Salaf wa al-Salafiyyah fi al-Fikr al-Islami (2002)
- Nazariyah al-Fanâ’ ‘inda Abi Yazid al-Bustami (2003)
- al-Ittijah al-Salafi fi al-Fikr al-Islami al-Hadits bi Indonesiya (2006)
- Aqidah al-Tawhid ‘inda al-Falasifah wa al-Mutakallimin wa al-Sufiyah (2009)


