Bener Meriah, Aceh — Pemasangan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat untuk memulihkan jalur nasional Bireuen–Takengon di wilayah Kabupaten Bener Meriah dilaporkan hampir rampung pada Jumat (2/1/2026). Jembatan darurat ini menjadi kunci penting untuk mengembalikan konektivitas antarwilayah setelah jalur tersebut sempat terputus total akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Pembangunan jembatan dilakukan intensif dengan dukungan personel TNI AD dan instansi teknis terkait, menyusul kerusakan parah pada sejumlah jembatan dan ruas jalan utama di wilayah Bener Meriah pascabencana.
Progres Pembangunan: Fokus Pemulihan Jalur Lintas Tengah
Pemulihan jalur ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan konektivitas pascabencana di Aceh. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut, setelah akses di Jalur Lintas Barat dan Timur mulai pulih, fokus penanganan kini mengarah ke Jalur Lintas Tengah Aceh, termasuk kawasan Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Dalam beberapa laporan, pemasangan Jembatan Bailey di wilayah ini dilakukan secara bertahap, termasuk penanganan oprit jembatan yang rusak serta pembangunan struktur darurat agar kendaraan dan aktivitas masyarakat dapat kembali bergerak.
Kutipan: Pemerintah Pastikan Konektivitas Jadi Prioritas Utama
Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan jembatan dan jalan nasional adalah kebutuhan mendesak dalam situasi tanggap darurat, karena berdampak langsung pada aktivitas warga dan pergerakan logistik.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa konektivitas menjadi prioritas karena jalan dan jembatan merupakan urat nadi ekonomi masyarakat, terutama pada wilayah yang terdampak bencana.
Sementara itu, upaya percepatan pemulihan akses juga disampaikan oleh BNPB dalam laporan bahwa sejumlah ruas jalan nasional kembali berfungsi seiring percepatan perbaikan infrastruktur pascabencana di Sumatra, termasuk Aceh.
Dampak Ekonomi dan Logistik: Distribusi Barang dan Mobilitas Warga Mulai Normal
Kehadiran Jembatan Bailey ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi lokal di dua wilayah penting, yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah, yang selama ini sangat bergantung pada jalur nasional Bireuen–Takengon untuk:
- distribusi kebutuhan pokok,
- pasokan BBM dan bahan bangunan,
- aktivitas perdagangan dan pasar,
- serta akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Ketika jalur ini sempat terputus, akses logistik terganggu dan mobilitas warga melambat. Dengan hampir rampungnya jembatan darurat, arus kendaraan serta distribusi bantuan dan barang kebutuhan mulai kembali lancar dan dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat setempat.
Imbauan: Pengguna Jalan Tetap Diminta Waspada
Meski akses mulai pulih, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati, karena beberapa titik masih dalam proses pemulihan dan potensi cuaca ekstrem masih dapat memicu longsor susulan.
Masyarakat diimbau mengikuti pengaturan lalu lintas dari petugas lapangan, termasuk kemungkinan pembatasan muatan dan sistem buka-tutup apabila diperlukan demi keselamatan.
(Red)


