Jakarta, infoDKJ.com | Senin, 5 Januari 2026
Oleh: Ahmad Hariyansyah
Rasulullah ﷺ telah mengingatkan jauh sebelum zaman ini tiba—sebuah peringatan yang kini terasa sangat nyata. Waktu berlalu begitu cepat, hari-hari terasa singkat, dan fitnah menyebar ke seluruh penjuru dunia tanpa sekat.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan terjadi Kiamat hingga waktu terasa semakin singkat; setahun terasa seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, dan sepekan seperti sehari.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Zaman ini telah kita saksikan. Dengan satu sentuhan jari, informasi—baik yang benar maupun yang penuh fitnah—menyebar begitu luas. Fitnah bukan hanya berupa kebohongan, tetapi juga kelalaian, syahwat, kesibukan semu, serta hati yang semakin jauh dari Allah.
Di tengah kondisi seperti ini, Nabi ﷺ menegaskan agar umatnya menjaga dua perkara utama: shalat dan zikir mengingat kematian.
Pertanyaannya: Mengapa dua hal ini begitu ditekankan? Dan shalat seperti apa yang dimaksud?
Mengapa Shalat dan Zikir Mengingat Mati?
Keduanya adalah penjaga iman dari dua sisi:
- Shalat menjaga hubungan hamba dengan Allah (ḥablun minallāh)
- Zikir mengingat mati menjaga kesadaran hidup, arah tujuan, dan akhlak
Tanpa shalat, iman kehilangan penopang.
Tanpa mengingat mati, hidup kehilangan arah.
Shalat yang Bagaimana yang Menjaga Iman?
Shalat yang dimaksud bukan sekadar gerakan fisik, tetapi shalat yang hidup—menghadirkan hati, kesadaran, dan ketundukan.
Allah ﷻ berfirman:
“Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.”
(QS. Ṭāhā: 14)
Ayat ini menegaskan bahwa hakikat shalat adalah dzikrullah—menghadirkan Allah dalam hati.
Shalat yang mampu menjaga iman di zaman fitnah memiliki beberapa ciri:
1. Shalat yang Khusyuk
Allah ﷻ berfirman:
“Sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”
(QS. Al-Mu’minūn: 1–2)
Khusyuk bukan berarti tanpa gangguan. Khusyuk adalah kembali kepada Allah setiap kali hati melenceng.
2. Shalat yang Mencegah Maksiat
Allah ﷻ berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 45)
Jika shalat belum mencegah maksiat, bukan shalatnya yang salah—namun hati kita belum sepenuhnya hadir di dalamnya.
3. Shalat yang Dijaga Waktunya
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menjaga shalat tepat waktu di zaman sibuk adalah bentuk perlawanan spiritual terhadap fitnah dunia.
Zikir Mengingat Mati Seperti Apa?
Zikir mengingat mati bukan untuk membuat manusia putus asa, tetapi untuk membangunkan kesadaran hakikat hidup.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. Tirmidzi)
Mengingat mati memiliki dampak besar bagi hati:
1. Melunakkan Hati yang Keras
Allah ﷻ berfirman:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?”
(QS. Al-Ḥadīd: 16)
Hati yang sering mengingat mati akan lebih mudah tunduk dan takut berbuat zalim.
2. Mengurangi Cinta Berlebihan pada Dunia
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.”
(HR. Bukhari)
Orang yang ingat mati sadar bahwa dunia hanyalah persinggahan, bukan tujuan.
3. Menjaga Keikhlasan Amal
Allah ﷻ berfirman:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”
(QS. Āli ‘Imrān: 185)
Kesadaran bahwa semua akan berakhir menjadikan amal dilakukan bukan demi pujian manusia, tetapi murni untuk Allah.
Cara Praktis Menghidupkan Zikir Mengingat Mati
Zikir ini bisa dilakukan dengan cara sederhana namun mendalam:
- merenungi kefanaan diri setelah shalat
- mengingat bahwa setiap hari mendekatkan kita ke liang lahat
- menyadari bahwa harta, jabatan, dan popularitas akan ditinggalkan
Penutup: Dua Penjaga di Zaman yang Bergegas
Pesan Nabi ﷺ tentang shalat dan zikir mengingat mati bukanlah kebetulan. Ketika waktu terasa singkat dan fitnah menyebar luas:
- Shalat menambatkan jiwa kepada Allah
- Zikir mengingat mati menambatkan hidup kepada akhirat
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang mampu menjaga dua penjaga iman ini hingga akhir hayat. Aamiin.


