Jakarta Barat, infoDKJ.com | Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar Apel Siaga Banjir Tahun 2026 pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Halaman Kantor Kota Administrasi Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan.
Apel yang berlangsung pukul 08.00–08.20 WIB ini dipimpin langsung oleh Walikota Administrasi Jakarta Barat, Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si, sebagai Penanggung Jawab sekaligus Pimpinan Apel. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota dalam memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor menghadapi potensi bencana banjir di wilayah Jakarta Barat.
Sebanyak ±270 personel dari unsur TNI, Polri, perangkat daerah, serta unsur masyarakat dan relawan mengikuti apel, dengan kekuatan apel efektif sebanyak 251 personel.
Kehadiran Unsur Pimpinan
Apel Siaga Banjir dihadiri oleh unsur Forkopimko dan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, di antaranya:
- Dandim 0503/Jakarta Barat yang diwakili Mayor Cke Wahidin
- Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H
- Wakil Walikota Administrasi Jakarta Barat Yuli Hartono
- Para Asisten Walikota, Kepala Suku Dinas, Camat, Lurah, serta pejabat struktural terkait
Penguatan Strategi Penanganan Banjir
Dalam amanatnya, Walikota Administrasi Jakarta Barat menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan isu strategis dan multidimensi yang membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan.
Berdasarkan data evaluasi dan laporan lapangan pada 12 Januari 2026, tercatat sejumlah titik genangan di 8 kecamatan, antara lain wilayah Rawa Buaya, Kamal, Pegadungan, Duri Kosambi, Kapuk, Tegal Alur, dan sekitarnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh curah hujan tinggi dengan durasi panjang, sebagaimana disampaikan dalam data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Walikota menegaskan bahwa Apel Siaga Banjir bukan kegiatan seremonial, melainkan bentuk kesiapan nyata pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat, dengan pendekatan penanganan bencana yang terstruktur melalui tahap pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana.
Arahan Prioritas
Dalam arahannya, Walikota menekankan beberapa langkah prioritas, antara lain:
- Optimalisasi kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan banjir
- Penguatan fungsi waduk dan saluran air yang telah dilakukan pembersihan
- Pengaktifan posko bencana serta pemutakhiran data secara berkala
- Peningkatan pelayanan sosial, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak
- Percepatan pembersihan lingkungan dan pemulihan wilayah pasca banjir
Penutup
Apel Siaga Banjir Tahun 2026 berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dalam memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta Barat.
(APJ/Yansen)


