Jakarta, infoDKJ.com | Kamis, 5 Februari 2026
Entah harus mulai dari mana. Bahkan kata-kata pun terasa ragu untuk dilahirkan. Aku sendiri tak tahu mengapa, dari sekian banyak orang yang pernah berjalan bersama dalam barisan, aku justru memanggilmu dengan satu panggilan sederhana: abang.
Mungkin karena caramu yang selalu menunjukkan arti persahabatan yang sesungguhnya. Dalam setiap situasi, kau hadir dengan kepedulian, kesetiakawanan, dan kesungguhan. Kau berjuang dengan penuh tanggung jawab, mencermati setiap keadaan dengan tenang dan matang. Setia kawan, solidaritas, ketegasan, serta kecermatan dalam menyusun strategi—semuanya kau perlihatkan melalui sikap, bukan sekadar kata. Aku belajar bukan dari ceramah, melainkan dari teladan.
Tak terasa, baru beberapa bulan kita berjalan bersama. Rasanya baru sebentar mencoba memahami irama kerja, menyamakan langkah, menyusun rencana, dan menuntaskan tugas demi tugas. Namun negara kembali memanggilmu—sebuah panggilan yang tak bisa ditawar, yang harus dijawab dengan tegak dan ikhlas. Kau harus berpindah. Pergi bukan karena ingin, tetapi karena amanah.
Di saat-saat seperti ini, kata-kata terasa begitu kecil. Tak banyak yang bisa kusampaikan selain rasa terima kasih—yang entah mengapa harus diulang berkali-kali. Terima kasih, Abang. Terima kasih atas kepercayaan, pelajaran, dan keteladanan. Terima kasih karena telah mengajarkan bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas, melainkan memahami makna tanggung jawab dan kebersamaan.
Aku turut berbahagia atas kenaikan pangkatmu. Itu bukan sekadar penanda keberhasilan, tetapi pengakuan atas kerja keras, pengorbanan, dan integritas yang selama ini kau jaga. Aku doakan setiap langkahmu ke depan selalu dilapangkan, setiap tugas dijaga keselamatannya, dan setiap amanah ditunaikan dengan kehormatan.
Jakarta akan menunggumu. Kami akan menunggumu. Dengan cerita-cerita baru, pengalaman yang lebih kaya, dan—siapa tahu—pangkat yang lebih tinggi lagi.
Karena orang seperti abang tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya berpindah tugas, meninggalkan jejak, dan hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.
Penulis: RAM
.jpeg)

.jpeg)