Jakarta Barat, infoDKJ.com | Pemerintah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, menggelar konsolidasi lintas unsur menjelang bulan suci Ramadhan dan perayaan Imlek. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi tawuran, gangguan keamanan, serta bencana kebakaran yang kerap berulang di wilayah padat penduduk tersebut.
Dalam pertemuan yang dikemas melalui silaturahmi dan rembug warga itu, Camat Tambora Pangestu Aji Swandhanu menegaskan pentingnya sinergi antara aparatur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah.
“Tambora memiliki kerawanan yang tidak bisa diabaikan, terutama menjelang Ramadhan. Karena itu, seluruh elemen harus aktif mencegah konflik sosial dan bencana lingkungan,” kata Pangestu dalam forum yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tambora, Selasa (10/2/2026).
Pangestu menyoroti dua persoalan utama yang menjadi perhatian setiap tahun, yakni tawuran antarwarga dan kebakaran permukiman. Ia meminta para lurah, pengurus RW, FKDM, LMK, serta unsur Tiga Pilar untuk memperketat pengawasan lingkungan, khususnya pada waktu rawan seperti menjelang sahur dan malam hari.
Menurut dia, aktivitas membangunkan sahur yang tidak terkontrol sering kali berujung pada gesekan antar kelompok. Selain itu, kelalaian penggunaan kompor dan instalasi listrik selama Ramadhan dinilai menjadi salah satu pemicu kebakaran di kawasan padat.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil. Edukasi warga menjadi kunci agar peristiwa yang sama tidak terus berulang,” ujarnya.
Forum tersebut juga menjadi ruang dialog antara warga dan pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, dan Satpol PP, guna menyerap masukan serta memperkuat langkah preventif di lapangan.
Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Polsek Tambora, Koramil 02/TB, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP Kecamatan, para lurah, pengurus RW, FKDM, LMK, serta tokoh masyarakat. Pemerintah kecamatan berharap konsolidasi ini dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama Ramadhan.
(Dan)


