Jeneponto, infoDKJ.com | Kesuksesan di perantauan tak pernah memutuskan ikatan batin Amir Daeng Tutu dengan orang tuanya. Di tengah padatnya aktivitas sebagai pengusaha ikan sukses di Jakarta Utara, pria asal Kabupaten Jeneponto ini memilih pulang ke kampung halaman demi satu hal yang tak tergantikan: bakti kepada orang tua.
Pada Minggu, 8 Februari 2026, Amir terlihat mendampingi ayahnya yang terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto. Perjalanan jauh dari ibu kota tak menyurutkan langkahnya. Bagi Amir, berada di sisi orang tua di saat sakit adalah panggilan hati yang tak bisa ditunda.
Di ruang perawatan rumah sakit, Amir tampak setia menemani sang ayah. Tatapan mata yang penuh harap dan doa menjadi saksi betapa kuat ikatan seorang anak kepada orang tua yang telah membesarkannya. Dengan suara lirih, ia memanjatkan doa agar ayahnya segera diberi kesembuhan.
“Ya Allah, angkatlah penyakit ayah saya. Berikan kesembuhan dan kekuatan,” ucapnya penuh harap.
Sosok Amir Daeng Tutu dikenal sebagai pengusaha yang berhasil menembus kerasnya persaingan dunia usaha di ibu kota. Namun di balik pencapaiannya, ia tetap memegang teguh nilai-nilai luhur yang diajarkan orang tua sejak kecil—bahwa kesuksesan sejati tak pernah terpisah dari bakti dan doa kepada kedua orang tua.
Kehadirannya di RSUD Lanto Daeng Pasewang bukan sekadar kunjungan keluarga, melainkan potret ketulusan seorang anak yang memahami bahwa ridho orang tua adalah fondasi utama dalam setiap langkah hidup.
Kisah Amir Daeng Tutu menjadi pengingat bagi banyak orang, khususnya generasi muda, bahwa setinggi apa pun pencapaian di perantauan, pulang untuk orang tua adalah kewajiban yang tak boleh dilupakan.
Karena pada akhirnya, harta dan jabatan tak akan mampu menggantikan satu hal paling berharga dalam hidup: doa dan senyum orang tua. (Asriel)


