Bogor, infoDKJ.com | Ust. Mustofa, S.Pd kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Provinsi DKI Jakarta secara aklamasi dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar di Hotel Bukit Indah, Puncak Pass, Jawa Barat, Jumat–Sabtu (13–14 Februari 2026).
Mengusung tema “FKPQ yang Solid, Kolaboratif & Sinergi; Ikhtiar Mengoptimalkan Mutu LPQ di Provinsi DKI Jakarta”, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan arah perjuangan pendidikan Al-Qur’an di Ibu Kota.
Seluruh ketua FKPQ dari lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta sepakat memilih kembali figur yang akrab disapa Gus Mus untuk menahkodai organisasi periode selanjutnya. Dukungan bulat tersebut menandakan kepercayaan penuh atas kepemimpinan Mustofa selama periode 2024–2026.
Dinilai Mampu Satukan LPQ se-Jakarta
Keputusan aklamasi bukan tanpa alasan. Sejumlah pimpinan lembaga pendidikan Al-Qur’an (LPQ) menilai Mustofa berhasil membangun sinergi dan menyatukan berbagai unsur dalam ekosistem LPQ, di antaranya LPP BKRMI, Pokja TKQ-TPQ, LPGDM RU, PEDEQU, hingga IPAQI.
Salah satu tokoh LPQ, Ust. H. Rasyid Ridho, menyebut kepemimpinan Mustofa mampu merajut komunikasi lintas lembaga secara harmonis dan produktif. Dukungan serupa disampaikan KH Zainal Arifin, S.Ag, yang menilai kepemimpinan yang telah berjalan baik patut dilanjutkan demi stabilitas dan kesinambungan program.
Fokus Perjuangkan 10.000 Guru Ngaji
Dalam sambutannya, Ust. Mustofa, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi mitra (Ormit) di lingkungan Kementerian Agama Wilayah DKI Jakarta yang telah mendukung dan menerima laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya.
“FKPQ adalah rumah besar bagi para guru ngaji. Amanah ini akan kami jalankan dengan kolaborasi dan kerja nyata. Kami siap tancap gas memperkuat mutu dan kesejahteraan pendidikan Al-Qur’an di Jakarta,” tegasnya.
Mustofa mengungkapkan, saat ini FKPQ DKI Jakarta menaungi sekitar 10.000 guru ngaji yang menerima dana hibah non-PNS sebesar Rp 550 ribu per bulan. Ia menilai nominal tersebut masih perlu ditingkatkan demi kesejahteraan para pengajar Al-Qur’an.
“InsyaAllah, ini akan menjadi ikhtiar bersama untuk kami komunikasikan dengan Gubernur DKI Jakarta agar honorarium guru ngaji TKQ-TPQ dapat meningkat. Mereka adalah fondasi pendidikan akhlak generasi Jakarta,” ujarnya.
Dukungan Kemenag dan Pemangku Kepentingan
Muswil dan Rakerwil dibuka secara resmi melalui video conference oleh Kabid PAPKIS Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Bodi Artava Tamaswara, S.T. Turut hadir Kantimker Pendidikan Diniyah dan Al-Qur’an Bidang PAPKIS Kanwil Kemenag DKI Jakarta, H. Edi Sulaksono, M.Pd, para Kasi PD Pontren Kemenag se-DKI Jakarta, unsur Pendis Kep 1000, seluruh kepala lembaga LPQ, serta dukungan CSR dari BMT Asia yang dipimpin KH Drs. Ahmad Riyadi.
Kehadiran unsur pemerintah dan mitra strategis tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menguatkan mutu dan tata kelola pendidikan Al-Qur’an di DKI Jakarta.
Konsolidasi Menuju FKPQ yang Lebih Progresif
Dengan mandat baru ini, Ust. Mustofa, S.Pd menegaskan komitmennya membangun FKPQ yang lebih solid, kolaboratif, dan sinergis. Fokus ke depan tidak hanya pada konsolidasi organisasi, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan legalitas lembaga, serta advokasi kebijakan bagi para guru ngaji.
Kepemimpinan Mustofa yang komunikatif dan inklusif dinilai menjadi modal utama dalam menjaga soliditas FKPQ sekaligus memperluas jejaring kemitraan strategis di tingkat provinsi.
“Ini perjuangan bersama. Pendidikan Al-Qur’an harus terus naik kelas, dan kesejahteraan guru ngaji harus menjadi prioritas,” pungkasnya.
Laporan: MM


