Aceh, infoDKJ.com | Rabu, 4 Februari 2026
Masjid Raya Aceh atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Raya Baiturrahman (MRB) merupakan salah satu masjid tertua, terbesar, dan paling ikonik di Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1879 oleh Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah, sultan terakhir Kerajaan Aceh, sebagai simbol kebanggaan, kekuatan, dan keteguhan Islam di Tanah Rencong.
Sejak awal berdirinya, Masjid Raya Baiturrahman tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya masyarakat Aceh. Keberadaannya menyatu erat dengan perjalanan sejarah dan identitas keislaman rakyat Aceh.
Dalam perjalanan waktu yang panjang, masjid ini telah mengalami berbagai peristiwa penting. Kerusakan dan renovasi terjadi seiring dinamika sejarah, mulai dari masa peperangan, kebutuhan perluasan bangunan, hingga bencana alam. Peristiwa paling monumental adalah bencana tsunami pada akhir tahun 2004, yang melanda Aceh dan sekitarnya. Di tengah kehancuran besar akibat tsunami, Masjid Raya Baiturrahman tetap berdiri kokoh dan menjadi simbol harapan serta keteguhan iman masyarakat Aceh.
Masjid Raya Baiturrahman memiliki arsitektur yang khas dan megah, ditandai dengan kubah-kubah besar berwarna hitam serta menara yang menjulang tinggi. Perpaduan gaya arsitektur klasik dan sentuhan modern menjadikan masjid ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna historis dan spiritual.
Pada tahun 1989, Presiden Republik Indonesia Soeharto secara resmi menetapkan masjid ini sebagai Masjid Raya Aceh. Sejak itu, berbagai upaya pemugaran dan penataan terus dilakukan sehingga kini Masjid Raya Baiturrahman tampil semakin megah, rapi, dan representatif.
Saat ini, Masjid Raya Baiturrahman mampu menampung sekitar 30.000 jemaah dan menjadi salah satu destinasi wisata religi terpopuler di Aceh, menarik pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ikon spiritual, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Aceh.
Editor: Adang


