Jakarta Barat, infoDKJ.com | Perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 menjadi momentum penuh makna bagi Pembina media online detikline.com, Jap Tjok Wey atau yang akrab disapa Bos Awi. Tak sekadar merayakan pergantian tahun, Bos Awi memilih menandainya dengan aksi berbagi kasih dan kepedulian sosial kepada warga sekitar.
Bertempat di kediamannya di wilayah Pekojan, Kecamatan Tambora, suasana Imlek terasa hangat dan penuh kebersamaan. Ratusan tamu dari berbagai kalangan hadir, mulai dari sanak keluarga, tetangga, pejabat ASN, perwakilan instansi pemerintah, unsur TNI-Polri, hingga petugas PPSU. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan kuatnya jejaring sosial dan kedekatan Bos Awi dengan masyarakat.
Dalam momen tersebut, Bos Awi membagikan angpau kepada warga sebagai simbol berbagi rezeki dan harapan baik di tahun yang baru.
“Gong Xi Fa Cai, Selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek 2577/2026. Semoga Tahun Baru membawa damai di hati, sukacita dalam keluarga, rezeki yang berlimpah, serta kesehatan dan berkat yang tak terhingga. Semoga terang dan harapan baru senantiasa menyertai setiap langkah kita. Tuhan memberkati,” ujar Bos Awi dalam sambutannya.
Wujud Kepedulian dan Harmoni Sosial
Perayaan yang berlangsung sederhana namun sarat makna ini menjadi gambaran nyata harmoni sosial di tengah keberagaman Jakarta Barat. Tidak hanya sebagai figur media, Bos Awi dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan membangun komunikasi lintas komunitas.
Kehadiran aparat TNI-Polri serta perangkat wilayah juga menunjukkan eratnya sinergi antara tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan dalam menjaga kebersamaan serta stabilitas lingkungan.
Apresiasi dari Lurah Pekojan
Lurah Pekojan, Sulistiowati, turut memberikan apresiasi atas kegiatan yang digelar Bos Awi. Menurutnya, perayaan Imlek yang dibalut dengan aksi sosial menjadi contoh positif dalam membangun semangat toleransi dan kepedulian.
“Kami mengapresiasi inisiatif Bapak Jap Tjok Wey yang merayakan Imlek dengan berbagi kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di wilayah Pekojan. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” ujar Sulistiowati.
Ia menambahkan bahwa Pekojan sebagai wilayah yang majemuk membutuhkan figur-figur yang mampu merawat harmoni sosial melalui tindakan nyata.
Momentum Harapan Baru
Tahun Baru Imlek 2577 di Pekojan pun terasa lebih dari sekadar perayaan budaya. Ia menjadi ruang perjumpaan lintas latar belakang, sekaligus momentum memperkuat solidaritas sosial.
Dengan semangat berbagi dan kebersamaan, perayaan Imlek yang digelar Bos Awi tidak hanya menghadirkan sukacita, tetapi juga menegaskan bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian adalah bahasa universal yang menyatukan semua kalangan.
(Pray)



