Jakarta, infoDKJ.com | Suasana sore di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (27/2/2026), tampak berbeda dari biasanya. Di tengah padatnya arus kendaraan menjelang waktu berbuka, ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dalam aksi sosial yang digagas Detikline.com bersama Polsek Tambora.
Kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Pengendara motor, sopir angkutan, hingga pejalan kaki yang melintas menerima paket berbuka puasa dengan penuh antusias.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolsek Tambora, Sudargo, beserta jajaran yang ikut turun langsung ke lapangan membagikan takjil. Kehadiran aparat kepolisian menambah kekuatan pesan bahwa kebersamaan lintas elemen masyarakat adalah kunci membangun harmoni sosial.
Ratusan paket takjil dibagikan menjelang azan Magrib. Senyum para penerima menjadi potret sederhana makna Ramadan: berbagi tanpa melihat latar belakang.
Media dan Kepedulian Sosial
Pemimpin Redaksi Detikline.com, Lala Komalawati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari komitmen sosial media.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Kami ingin menunjukkan bahwa media tidak hanya hadir melalui pemberitaan, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Lala, kolaborasi dengan kepolisian menjadi simbol sinergi positif antara pers dan aparat dalam membangun kepercayaan publik.
Sementara itu, Pembina Detikline.com Jap Tjok Wey (Awi) menilai kegiatan tersebut sebagai langkah konkret menghadirkan nilai kemanusiaan dalam praktik jurnalistik.
“Berita penting, tetapi aksi nyata juga tak kalah penting. Semoga semangat berbagi ini terus hidup dan menjadi budaya,” ungkapnya.
Sinergi untuk Kebersamaan
Wakapolsek Tambora Sudargo menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Detikline.com. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai contoh kolaborasi yang sehat antara media dan kepolisian.
“Kami mendukung kegiatan positif seperti ini. Ramadan adalah bulan yang mengajarkan empati dan kebersamaan. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan tertib. Lebih dari sekadar pembagian takjil, momen ini menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antara media, aparat, dan masyarakat dapat menghadirkan energi positif bagi lingkungan sekitar.
Di tengah hiruk pikuk kota, Ramadan kembali mengajarkan satu hal sederhana: berbagi adalah bahasa universal yang menyatukan semua pihak.
Rill/Lala




