Solo, 21 Januari 2026 – Dalam pertemuan dengan perwakilan Polri di Gedung Rektorat Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si., menegaskan komitmen penuh kampus untuk mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Kami mengajak seluruh sivitas akademika UNS dan jejaring institusionalnya untuk taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, demi menciptakan lingkungan kampus yang aman dan produktif," ujar Prof. Hartono saat menerima audiensi.
Prof. Hartono menekankan dukungan UNS terhadap tugas Polri dalam menjaga Kamtibmas kondusif, khususnya di lingkungan kampus. Beliau menyatakan, "UNS siap berkolaborasi erat dengan Polri untuk mewujudkan situasi aman, terutama di tengah dinamika isu nasional yang sensitif. Kebijakan kampus kami akan difokuskan pada pencegahan radikalisme, intoleransi, dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila melalui pernyataan publik dan imbauan rutin."
Lebih lanjut, Rektor UNS ini menyoroti peran pengaruh institusi dalam menciptakan situasi nasional kondusif pada momentum strategis. "Kami akan menyusun kebijakan internal dan memberikan masukan strategis kepada Polri terkait dinamika kampus, potensi gangguan Kamtibmas, serta perkembangan isu sensitif. Sivitas akademika diimbau secara konsisten untuk mematuhi hukum, menjaga ketertiban, dan tidak terprovokasi oleh hoaks atau isu provokatif," tambahnya.
Menanggapi potensi eskalasi isu nasional seperti aksi unjuk rasa dan polarisasi opini, Prof. Hartono berkomitmen berperan aktif. "UNS akan memastikan kampus tetap kondusif dengan mendorong dialog, moderasi berpikir, dan toleran. Kami juga akan berkolaborasi dengan pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa untuk mencegah berkembangnya bibit-bibit radikalisme yang dapat tumbuh di lingkungan kampus dan berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan," jelas Prof. Hartono.
Pertemuan ini juga membahas jejaring akademik eksternal UNS. "Kami siap memanfaatkan menggandeng seluruh mitra untuk mengedepankan nilai-nilai Pancasila dan mendukung Polri dalam menjaga stabilitas nasional sebagai tanggung jawab moral universitas sebagai pilar pendidikan bangsa," pungkas Rektor UNS tersebut.
Pertemuan berlangsung khidmat dan berujung pada kesepakatan kolaborasi berkelanjutan, di mana UNS berjanji memberikan informasi dini tentang potensi kerawanan di kampus. Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan penegak hukum di Jawa Tengah. []


