Jakarta Barat, infoDKJ.com | Keresahan warga Tambora yang sempat mencuat akibat beredarnya video viral seorang pemuda diduga memanggul mayat di wilayah Krendang, Jakarta Barat, akhirnya terjawab. Kepolisian memastikan bahwa objek yang dibawa pemuda tersebut bukan mayat manusia, melainkan seekor biawak.
Klarifikasi ini disampaikan setelah pemuda yang bersangkutan mengunggah video permintaan maaf dan penjelasan di media sosial. Dalam video tersebut, ia menegaskan bahwa barang yang dibawanya dalam karung dan kardus adalah biawak yang hendak dijual ke pasar.
“Assalamualaikum, saya ingin meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Yang saya bawa itu biawak, bukan mayat. Saya tidak bermaksud membuat warga panik,” ujar pemuda tersebut dalam video klarifikasinya.
Peristiwa tersebut sebelumnya viral setelah rekaman CCTV memperlihatkan seorang pemuda berjalan di Jalan Krendang Selatan, Gang 2, RT 12 RW 06, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, dengan membawa bungkusan mencurigakan. Video itu memicu beragam spekulasi dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Pemuda tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa aktivitasnya terekam kamera dan tersebar luas di media sosial. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang merasa resah akibat kejadian tersebut.
“Saya membawa biawak itu untuk dijual. Saya minta maaf kalau kejadian ini membuat warga terganggu,” tambahnya.
Kepolisian Sektor Tambora memastikan telah melakukan pengecekan dan klarifikasi secara menyeluruh. Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat, S.T.K., S.I.K. menegaskan bahwa tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa yang dibawa adalah seekor biawak. Tidak ada unsur kriminal, sehingga kasus ini dinyatakan selesai,” ujar AKP Wahyu Hidayat.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak langsung membuat asumsi. Apabila menemukan hal mencurigakan, silakan laporkan kepada pihak berwajib agar dapat ditangani secara profesional,” tambahnya.
Dengan adanya klarifikasi dari pemuda terkait dan pernyataan resmi kepolisian, aparat berharap keresahan warga Tambora dapat mereda dan kepercayaan publik terhadap penanganan cepat aparat tetap terjaga.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya literasi informasi di era digital, agar masyarakat tidak terjebak pada kesimpulan prematur yang berpotensi menimbulkan kepanikan publik. (Dan)
.jpeg)


.jpeg)