Jakarta Barat, infoDKJ.com | Menjelang bulan suci Ramadhan, Lurah Pekojan, Sulistiowati, menggelar kegiatan tasyakuran dan munggahan yang dikemas dalam silaturahmi lintas unsur aparatur dan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Lurah Pekojan, Rabu pagi (11/2/2026), dan dihadiri unsur ASN kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Gulkarmat, PTSP, Dukcapil, PPSU, Pendamping Sosial, LMK, FKDM, TP PKK, serta elemen pendukung lainnya.
Dalam sambutannya, Sulistiowati menegaskan bahwa kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk penguatan silaturahmi sekaligus ajakan refleksi menjelang Ramadhan, termasuk membangun kesadaran kolektif untuk mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan Pekojan.
“Menjelang Ramadhan, kita perlu saling bermaafan dan memperkuat silaturahmi. Tapi lebih dari itu, kita juga punya tanggung jawab bersama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan,” kata Sulistiowati.
Ia secara khusus menyoroti potensi tawuran remaja yang kerap muncul selama bulan Ramadhan, terutama pada waktu-waktu rawan seperti menjelang sahur. Sulistiowati meminta para orang tua untuk lebih aktif mengawasi dan mengingatkan anak-anak remaja mereka agar menjaga kesucian bulan Ramadhan.
“Kami mengimbau para orang tua agar mengingatkan anak-anaknya, jangan sampai Ramadhan justru diisi dengan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan lingkungan. Tawuran dan tindakan negatif lainnya harus dicegah sejak dari rumah,” ujarnya.
Selain itu, Sulistiowati juga meminta seluruh aparatur dan elemen masyarakat untuk menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga sekitar, termasuk tetangga dan lingkungan terdekat, guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama Ramadhan.
Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan hasil dari kolaborasi antara pemerintah kelurahan, unsur keamanan, dan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor perlu terus diperkuat, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan sosial yang tinggi.
Kegiatan tersebut ditutup dengan sarapan pagi bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam menyambut Ramadhan dengan suasana yang aman, damai, dan penuh kekhidmatan.
Laporan: Bachtiar



