Jakarta Barat, infoDKJ.com | Di tengah tantangan ketahanan pangan perkotaan, warga Pekojan, Kecamatan Tambora, menunjukkan langkah konkret membangun kemandirian pangan berbasis lingkungan. Program kolam gizi yang telah berjalan lebih dari lima tahun kembali membuahkan hasil dengan panen sekitar 70 kilogram ikan lele, Kamis (12/2/2026).
Hasil panen tersebut langsung didistribusikan kepada warga sekitar sebagai bagian dari komitmen memperkuat asupan gizi keluarga dan mempererat solidaritas sosial di tingkat lingkungan.
Kegiatan panen dihadiri Wakil Camat Tambora Abdul Choir yang mewakili Camat Tambora, Sekretaris Kelurahan Pekojan Chairil Anwar, Kasi Pemerintahan Solihin, jajaran kelurahan, Bimas Pekojan Aiptu Dede Sugiono, pengurus RT, warga setempat, serta didampingi Kasatlak KPKP Kecamatan Tambora.
Gerakan Lingkungan Berbasis Pangan
Program kolam gizi ini digerakkan oleh tokoh lingkungan setempat, Khairi Rustaji atau yang dikenal sebagai Bang Oji didukung oleh Sudin KPKP. Ia menegaskan bahwa ini bukan sekadar budidaya ikan, tetapi gerakan membangun ketahanan pangan dari lingkungan sendiri.
“Di wilayah padat seperti Tambora, kita tidak bisa hanya bergantung pada pasar. Kami ingin warga punya sumber pangan mandiri. Kolam gizi ini adalah langkah nyata membangun kemandirian,” ujar Bang Oji.
Menurutnya, program yang konsisten dijalankan selama lebih dari lima tahun ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk berinovasi.
“Kuncinya ada di kemauan dan kebersamaan. Kalau lingkungan kompak, kita bisa menciptakan solusi sendiri untuk kebutuhan warga,” tambahnya.
Ketahanan Pangan dari Akar Rumput
Wakil Camat Tambora Abdul Choir mengapresiasi model pemberdayaan ini sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan.
“Ini contoh konkret bahwa masyarakat mampu membangun ketahanan pangan secara mandiri. Pemerintah tentu mendukung penuh inisiatif seperti ini,” katanya.
Kolam gizi Pekojan kini menjadi simbol gerakan swadaya masyarakat di Tambora. Selain membantu memenuhi kebutuhan protein warga, program ini juga menjadi wadah edukasi, gotong royong, dan penguatan jejaring sosial di tengah kepadatan kota.
Model Inspiratif untuk Wilayah Perkotaan
Di tengah isu ketergantungan pangan dan keterbatasan ruang terbuka di Jakarta, gerakan kolam gizi Pekojan dinilai sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas yang patut direplikasi.
Bang Oji menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan program agar manfaatnya semakin luas.
“Target kami bukan hanya panen, tapi membangun kesadaran. Kalau setiap lingkungan punya inisiatif seperti ini, ketahanan pangan bukan lagi wacana,” tegasnya.
Dengan panen 70 kilogram lele dan distribusi langsung ke warga, Tambora kembali menunjukkan bahwa kemandirian pangan dapat dimulai dari tingkat lingkungan—dari kolam kecil, untuk ketahanan besar.
Laporan: KR



