Jakarta Barat, infoDKJ.com | Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tambora langsung “tancap gas” usai menerima Surat Keputusan (SK) resmi dari PCNU Jakarta Barat untuk masa khidmat 2026–2031. Kepengurusan baru di bawah komando Ustadz Mustofa, S.Pd. (Gusmus) menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat konsolidasi dan pelayanan umat di wilayah Tambora.
SK tersebut menjadi titik awal gerak cepat MWC NU Tambora dalam menyusun langkah organisasi, mulai dari pelantikan pengurus, rapat kerja, hingga program sosial-keagamaan yang menyasar langsung masyarakat di 11 kelurahan se-Kecamatan Tambora.
“Ini bukan sekadar seremonial. Setelah SK turun, kami langsung bergerak. NU Tambora harus hadir, solid, dan memberi manfaat nyata,” tegas Gusmus.
Pelantikan dan Raker I di Puncak
Sebagai langkah awal, MWC NU Tambora akan menggelar Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja (Raker) I pada 3–4 April 2026 di Hotel Bukit Indah, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Forum tersebut akan menjadi ruang perumusan program kerja lima tahun ke depan sekaligus konsolidasi struktural dari tingkat anak ranting hingga badan otonom (Banom).
Menurut Gusmus, Raker I akan memfokuskan pada penguatan kaderisasi, dakwah sosial, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat di kawasan perkotaan yang kompleks seperti Tambora.
Safari Ramadhan dan Program Sosial Perdana
Tak menunggu lama, MWC NU Tambora juga telah menyiapkan Safari Ramadhan 1447 H yang akan menyambangi masjid dan musholla di seluruh ranting NU se-Kecamatan Tambora. Program ini menjadi agenda perdana kepengurusan baru dalam membangun silaturahmi dan soliditas internal.
Selain itu, kegiatan santunan dan buka puasa bersama akan digelar sebagai simbol penguatan ukhuwah Nahdliyin serta kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Kami ingin membangun kebersamaan dan kekompakan sejak awal. Konsolidasi tidak hanya di atas kertas, tetapi harus terasa hingga ke tingkat ranting dan banom,” ujar Gusmus.
Fokus Konsolidasi dan Penguatan Struktur
MWC NU Tambora menegaskan bahwa periode 2026–2031 akan menjadi fase penguatan organisasi. Konsolidasi anak ranting, ranting, hingga badan otonom seperti Ansor, Fatayat, Muslimat, dan lainnya menjadi prioritas utama.
Langkah ini dinilai penting mengingat Tambora merupakan wilayah padat penduduk dengan dinamika sosial yang tinggi, sehingga NU dituntut hadir sebagai pengayom dan penyejuk di tengah masyarakat.
Dengan diterimanya SK dari PCNU Jakarta Barat, MWC NU Tambora memastikan roda organisasi langsung bergerak. Kepengurusan baru berkomitmen menjadikan NU Tambora lebih solid, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan umat.
Laporan: MM


