Oleh: Dr. Ir. Narmodo Rachmani, M.Ag.
Akademisi, Da'i dan Pengamat Kebijakan Publik
Bermuhammadiyah bukan sekadar nama bukan sekedar papan organisasi atau rapat-rapat yang penuh kata. Ia adalah jalan sunyi yang panjang, jalan para perintis yang menanam amal tanpa menunggu tepuk tangan.
Bermuhammadiyah adalah ikhlas seperti air yang mengalir tanpa suara, memberi kehidupan tanpa menagih pujian. Ia adalah keberanian mengorbankan waktu, tenaga, dan harta, bahkan bila perlu nyawa, demi tegaknya kalimat Allah di bumi yang sering lupa arah.
Di sekolah-sekolah yang sunyi subuh, di masjid yang lampunya masih redup, di rumah sakit tempat orang menggantungkan harapan, disanalah Muhammadiyah hidup bukan dalam pidato, tetapi dalam amal yang terus bergerak.
Tahun 2027 nanti langit Deli Serdang akan menjadi saksi. Orang-orang akan datang dari pulau ke pulau, membawa harapan dan do'a dalam sebuah kata: Muktamar Muhammadiyah.
Namun publik selalu bertanya: "Apakah ia hanya hajatan yang rutin? Spanduk yang datang dan pergi, kursi yang berganti nama?" Ataukah ia akan menjadi lompatan kesadaran baru sebuah langkah besar menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, seperti yang dahulu diimpikan oleh Ahmad Dahlan yang sederhana namun tajam memandang masa depan.
Muktamar bukan sekedar memilih pimpinan, karena kepemimpinan akan selalu berganti, yang abadi bukan nama melainkan ikhlasnya kerja dan jernihnya niat.
Jangan biarkan jalan ini kotor oleh kepentingan yang sempit dan pragmatis sebab Muhammadiyah lahir bukan untuk kekuasaan, tetapi untuk peradaban. Ia berdiri untuk menuntun manusia dari gelap menuju cahaya dari kebodohan menuju ilmu, dari keputus-asaan menuju harapan.
Dan bila kelak sejarah menulis, biarlah ia mencatat bahwa generasi ini tidak hanya hadir sebagai penonton perjalanan. Tetapi sebagai orang-orang yang menjaga api perjuangan yang bekerja dalam sunyi, yang berkorban tanpa pamrih.
Sebab pada akhirnya yang dinanti bukanlah jabatan, bukan pula tepuk tangan manusia. Melainkan satu kalimat sederhana yang menggema di langit keabadian, “Inilah amal yang ikhlas, yang mengantarkan umat manusia menuju gerbang surga.”
Intercon, 6 Feb 2026


