Jakarta Barat, infoDKJ.com | Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh anggota FKDM se-Jakarta Barat, Rabu (22/4), di Aula Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakarta Barat.
Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan pemahaman fungsi dan tugas FKDM sesuai dengan Permendagri Nomor 46 Tahun 2019 dan Pergub DKI Jakarta Nomor 13 Tahun 2022, khususnya dalam menghadapi dinamika ancaman di tengah masyarakat.
Kasubag Tata Pemerintahan Setko Jakarta Barat, Muhammad Azis, menegaskan pentingnya peran strategis FKDM sebagai garda terdepan dalam deteksi dini potensi gangguan di wilayah.
“Kami berharap anggota FKDM di semua tingkatan mampu menjadi informan yang dapat dipercaya—sebagai mata dan telinga pemerintah—dalam mendeteksi setiap permasalahan di wilayah,” ujar Azis.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antaranggota serta dengan dewan penasehat di tiap tingkatan, sekaligus mendorong sikap proaktif dalam menjalankan tugas.
Bimtek ini turut menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, yakni Triwahyu Prasetyo dan Lukman Hakim Piliang. Dalam paparannya, Lukman menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terhadap fungsi FKDM di tengah kompleksitas tantangan saat ini.
“Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) kini tidak hanya menyangkut keamanan, tetapi juga aspek ekonomi dan sosial. Karena itu, anggota FKDM harus sigap dan tetap berada dalam koridor tugasnya,” jelas Lukman.
Menurutnya, peningkatan kapasitas anggota FKDM menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah, terutama dalam konteks ketertiban dan keamanan masyarakat (trantibmas).
Sementara itu, kehadiran unsur Kesbangpol Jakarta Barat yang diwakili Tumpal Matondang turut memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kewaspadaan dini.
Bimtek ini diikuti oleh seluruh anggota FKDM se-Jakarta Barat dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem deteksi dini berbasis masyarakat.
Dengan meningkatnya kompleksitas persoalan sosial di perkotaan, FKDM diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga aktor aktif dalam menjaga stabilitas wilayah melalui pelaporan cepat, koordinasi efektif, dan respons yang tepat.
Penulis: Ali Akbar


