JAKARTA BARAT, infoDKJ.com | Pemerintah Kelurahan Kelapa Dua menggelar kegiatan arahan dan sosialisasi bagi petugas kebersihan dalam rangka meningkatkan sistem pengelolaan sampah di wilayah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Komplek Yonhub RW 06, Kelapa Dua, Kamis (23/4), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah kelurahan, antara lain Lurah Kelapa Dua, Sekretaris Kelurahan, Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) beserta staf. Turut hadir pula Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Kebon Jeruk dan jajaran, Ketua RW 01 hingga RW 08, LMK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PPSU, petugas sampah, serta FKDM Kelurahan Kelapa Dua.
Dalam sambutannya, Lurah Kelapa Dua menegaskan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Ia juga menyoroti praktik pungutan liar (pungli) yang selama ini menjadi keluhan petugas di lapangan.
“Ke depan, tidak boleh ada lagi kutipan atau pungli. Sistem harus transparan dan berpihak pada petugas serta masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, forum juga membahas sejumlah kendala operasional, salah satunya terkait keengganan sebagian petugas untuk membuang sampah ke lokasi di Jalan Inspeksi. Menanggapi hal tersebut, pihak Satpel Lingkungan Hidup menyatakan kesiapan untuk segera melakukan pembersihan tumpukan sampah di lokasi tersebut.
Sebagai langkah awal, disepakati penerapan biaya operasional harian, sementara skema retribusi bulanan masih menunggu hasil pembahasan lanjutan. Bahkan, muncul usulan untuk menghentikan sementara penarikan retribusi hingga sistem yang lebih baik dan transparan dapat diterapkan.
Dalam upaya percepatan penanganan sampah, disepakati pula bahwa setiap hari Jumat dan Sabtu tidak dilakukan pengangkutan sampah rutin. Sebagai gantinya, petugas akan difokuskan pada kegiatan kerja bakti untuk membersihkan sampah lama yang menumpuk, hingga kondisi kembali normal.
Pemerintah kelurahan juga mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai solusi jangka panjang. Hal ini penting mengingat lokasi tersebut difokuskan sebagai titik bongkar muat sampah dari gerobak motor (germor) ke truk pengangkut.
Kegiatan sosialisasi berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Diharapkan, langkah-langkah yang dihasilkan dalam kegiatan ini menjadi awal dari perbaikan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan di wilayah Kelurahan Kelapa Dua. (Yansen)



